Skip to main content

Posts

Membuat Flash Fotography Tanpa Shutter Speed di Smartphone

Beberapa bulan terakhir saya menekuni ilmu yang sangat baru buat saya, yakni fotografi. Ternyata cukup seru mencoba memainkan berbagai angle dan cahaya hanya dengan smartphone.  Ilmu ini saya dapatkan dari Kabin Foto dan Videografi Kampung Komunitas Ibu Profesional. Pekan ini mendapatkan kegiatan seru dimana yang menjadi pemateri adalah murid-muridnya sendiri. Salah satu yang paling berkesan menurut saya adalah materi tentang "Membuat Freezing Photography Ala-Ala dengan Smartphone". Ini adalah salah satu contoh freezing atau splash photography yang saya ambil dari Pixabay.  Credit: Pixabay Saya tertarik mencoba ini saat disuguhkan karya seperti ini di awal kelas. Ternyata setelah mencoba berkali-kali, masih belum juga berhasil. Padahal sudah menurunkan Shutter speed, take foto di tempat dengan cahaya yang sangat melimpah.  Alhamdulillah Mbak Faurista, salah satu peserta membocorkan triknya, tanpa perlu ada Shutter Speed. Cara sederhananya adalah dengan menggunakan video s...

Mengenal Kusta dan Penanggulangannya

Sebelum memasuki bulan Ramadhan, saya sempat bertemu dengan seorang anak disabilitas pada sebuah acara sosial. Saya juga melihat ia bersama ibunya yang tampak tegar dan sabar diamanahi anak yang spesial.  Bicara tentang disabilitas, saya kemarin mendapat banyak insight tentang disabilitas, penyakit kusta, hingga upaya media dalam publikasi disabilitas.  Tepatnya pada hari Rabu, 14 April 2021, saya mengikuti sebuah webinar tentang “ Media yang Mengedukasi dan Memberantas Stigma Kusta dan Disabilitas .” Setelah itu diadakan kembali acara lanjutannya pada  tanggal 19 April 2021 di kanal Youtube Berita KBR bekerja sama dengan NLR Indonesia. Kali ini mengangkat topik "Melihat Potret Kusta di Indonesia". Tayang langsung ini juga dapat disimak melalui 104,2 FM Mstri FM.  Dulu pernah sempat mendengar penyakit ini di jaman sekolah. Sekarang diingatkan lagi bahwa penyakit ini ternyata masih menjadi permasalahan serius di Indonesia. Bahkan tercatat di tahun 2020,  ada...

#1 Assalamualaikum Umar

  Krek! "Aaa.." Duk!  "Aaa.." Treng buak buak buak... "Aaa.. Astaghfirullah!" Entah berapa teriakan yang hari ini ummah keluarkan.  Polah dan tingkat Umar yang mengejutkan setiap hari. Merobek buku.  Menumpahkan air. Meminum air mandinya sendiri. Bahkan kadang air cuci piring.  Makan sabun. Makan kertas. Bahkan menyesap baju yang akan dijemur. *** Akhir tahun ini Umar memasuki usia 2 tahun. Artinya sudah setahun lebih suasana rumah ummah dan abbah berubah.  Dari yang biasanya sepi, sunyi, tanpa kegaduhan. Kini berubah! Menjadi ramai dan penuh suasana baru. Selalu ada hiruk pikuk yang dibuat oleh seorang bayi bernama Umar. Masya Allah Tabarakallah! *** Ramadhan 2018 Ramadhan yang senyap. Ummah tidak bisa ke masjid. Hanya bisa titip doa pada abbah, agar bayi yang dikandungnya sehat dan selamat sampai lahir di dunia.  Ya. Ini adalah kedua kalinya ummah hamil.  Kehamilan pertama gugur. Setelah pendarahan yang terus menerus.  Kehamilan pertama yan...

Tips Menjaga Imunitas Keluarga

Menjadi ibu membuat banyak ritme kehidupan berubah. Jika dulu saya masak hanya saat mood, sekarang saya harus berbenah, sebisa mungkin masak setiap hari agar bisa menghadirkan makanan yang terjaga nutrisi dan higienitasnya. Sampai kapan terus menerus beli makanan di luar? Dulu saya juga tidak terlalu memikirkan kebersihan rumah, beberes rumah sesempatnya saja. Sekarang, sehari tidak beberes rumah, rumah sudah seperti kapal pecah. Kasian Umar jika tempat mainnya kotor. Ya, sampai kapan males-malesan tidak beberes dan mengurus pekerjaan rumah tangga? Jika dulu saya tidak begitu concern atas masalah kesehatan. Dulu seringkali sakit-sakitan, baik penyakit ringan batuk pilek, hingga seringkali pusing dan demam. Itu dulu, sekarang kesehatan bukan hanya prioritas utama, namun sebisa mungkin saya dan suami sendirilah yang menjadi dokter sendiri di keluarga.  Apalagi kelahiran Umar hampir bersamaan dengan munculnya corona di Indonesia. Tepatnya saat Umar belum genap berusia setahun, bencana...

Rahasia Madu untuk Kecantikan, Perawatan Diri, dan Kesehatan

Banyak ritme kehidupan yang mulai menyadarkan untuk mengurangi penggunakan produk yang kadang tanpa kita sadari bisa merusak lingkungan.  Jauh sebelum si bayi lahir, saya lebih mulai memilih menggunakan produk alam khas Indonesia dibandingkan berderet skincare yang berharga ratusan ribu.  Pertama tentu saja budget yang memaksa untuk tidak menganggarkan skincare hingga ratusan bahkan jutaan rupiah.  Kedua karena ternyata badan dan kulit saya merasakan kecantikan yang lebih alami. Bahan-bahan alam nyatanya lebih ramah tidak hanya di kantong, tapi juga di tubuh saya.  Saya makin jatuh cinta pada komoditas khas Indonesia ini saat menjalani masa kehamilan. Demi menjaga janin dari paparan produk-produk kimia yang berbahaya, saya lebih memilih memanfaatkan kekayaan yang ada di Indonesia.  Produk-produk ini menyimpan manfaat yang besar, tak hanya agar wajah dan tubuh makin bersinar dan terawat. Namun juga agar memancarkan cantik alami khas wanita Indonesia. Melalu...

Menjadi Bunda Produktif

Pernahkah kita merasa bahwa hidup tak lagi berarti. Saat dimana kita ingin Allah segera mempercepat ajal kita? Saat kita di titik ingin menyerah. Lelah dan ingin mengakhiri semuanya.  Memang wajar jika terbersit rasa ingin menyerah dan mengakhiri semuanya. Bahkan saya sendiri juga pernah merasakan getaran ingin segera berhenti dari kehidupan dunia yang waktu itu menyesakkan.   Namun dibalik semua itu, tahukah kita, bahwa Rasul melarang kita untuk meminta disegerakan ajal. Karena saat terputus nafas dari tenggorokan, semuanya amalan terhenti. Tak ada waktu lagi untuk menuai amal sholih dan kemanfaatan di dunia.  Tak perlu kita meminta untuk segera meninggalkan dunia. Sebab sebaik-baik manusia, kata Rasul, adalah yang berumur panjang dan penuh dengan amal sholih.  Umur panjang adalah kemuliaan. Asalkan diisi dengan keberkahan dari amal-amal sholih. Sebab umur yang panjang adalah kebaikan. Maka saatnya menjadi seorang yang produktif melakukan kebaikan. Salah satu i...

Teman Menjadi Booster Kebahagiaan

  Saat Umar baru saja lahir kemarin, tepatnya setahun yang lalu, orang-orang memberikan banyak hadiah untuk Umar. Momen membuka kado hingga membaca surat berisi ucapan doa-doa baik menjadi memori yang indah. Suasana yang sudah sangat saya rindukan waktu itu. Di antar hadiah-hadiah itu, ada yang cukup istimewa. Bukan untuk si bayi, melainkan untuk ummahnya. “Kamu maukah kuberi hadiah treatment facial gratis?” katanya waktu itu. Menawarkan sebuah quality time agar bisa bersantai sejenak, terapisnya adalah temannya sendiri. Ia juga ingin membantu temannya itu yang baru merintis usaha facial homecare. Alhamdulillah Allah kirimkan sahabat yang sholihah dan perhatian pada saya. Ingatan tetiba melayang pada beberapa tahun silam. “Aku Mawar (nama samaran), kamu siapa?” Sapanya waktu itu. Dia orang yang pertama kali saya kenal sejak duduk di   bangku SMA. Dan sejak itu pula kami berteman dekat. Sebagai seorang yang pernah introvert, kadang pertemanan menjadi hal yang tidak be...

Mempersiapkan Generasi Pengganti

Nak, siapa yang akan menggantikan orang-orang yang pergi secara bergantian ini? Kami para ibundamu berharap engkaulah yang akan menggantikannya, nak. Bersiaplah nak. Kami juga akan segera bergegas untuk bersiap. Umar baru saja tertidur. Saya pandangi wajamh polosnya yang terlelap. Hari ini dia aktif seperti biasa. Mengingat Umar tetiba pikiran melayang pada berita duka yang datang silih berganti. Tentang kepergian mereka yang namanya harum. Dibicarakan oleh semua orang di jagad sosmed. Apakah ini tentang ketakutan pada perpisahan? Bukan. Ini tentang mengapa kabar duka ini begitu berturut turut? Satu persatu orang sholih meninggalkan kita. Baru saja pilot pesawat sholih pergi meninggalkan kita semua. Meninggalkan jejak kebaikan yang tiba-tiba diketahui oleh mayoritas orang Indonesia. Hari ini giliran seorang ulama sholih yang banyak manfaatnya untuk umat ini. Seorang ustadz yang lahir dari tanah termulia di muka bumi, Madinah Al Mukarrom. Dan ia memilih untuk mengabdi di Indonesia. Sedi...

Pencapaian di Tahun 2020 yang Harus Kusyukuri

Tahun 2020 menghadirkan banyak sekali warna-warni kehidupan yang berbeda. Pertama tentu kita menghadapi bersama masa-masa Pandemi yang menguras kesabaran. Kita dituntut untuk tetap di rumah, meski kebosanan melanda.  Meski begitu, daripada mengeluhkan berbagai kekurangan yang kita miliki, lebih baik kita mulai mensyukuri segala nikmat yang Allah syukuri.  Bagi saya, setidaknya ada 5 pencapaian yang harus saya syukuri di tahun 2020 ini. Berikut cerita bahagianya.  1. Melewati kehidupan baru sebagai  ibu Inilah pencapaian yang sangat saya syukuri. Setahun sudah Allah memberi kesempatan membersamai Umar. Jika biasanya saya sendirian ditinggal suami dinas luar alias menjalani LDR, kini saya punya teman. Teman yang keceriannya mewarnai kehidupan tiap hari.  Jika biasanya saya malas masak, saya harus masak tiap hari agar berat badan Umar bertambah. Selain itu terlalu sering beli masakan di rumah juga tidak baik bagi kesehatan, khususnya bayi, sebab terlalu banyak peny...

Bahan Makanan yang Baik untuk Kesehatan Otak

Setahun sudah membersamai Umar. Setahun yang penuh suka duka. Penuh cerita yang berwarna-warni. Diantara cerita itu yang paling menantang adalah masa MPASI. Mengenalkan makanan padat ini memang paling menyita kesabaran. Apalagi saat-saat sekarang. Qadarullah makannya kurang nafsu, BB seret, ASI juga menurun produksinya jika tanpa booster.  Tidak hanya saya memang, banyak ibu lain juga mengalami hal yang sama. Beda masa beda pula tantangannya. Ada masanya esok tantangan itu berubah ke tahapan weaning with love (menyapih dengan cinta). Berubah lagi menjadi toilet training. Saya harus bisa melewati masa MPASI ini dengan sebaik-baiknya. Harus lebih rajin menyajikan makanan yang penuh gizi untuk Umar. Apalagi di masa golden age dimana otaknya sedang berkembang pesat. Saya harus menyiapkan makanan yang bagus untuk perkembangan otak.  Kita semua pasti  sangat peduli pada kesehatan, apalagi kesehatan otak. Seperti apa yang kita tahu bahwa apa yang kita makan berpengaruh dengan ko...