Dear anakku Umar, genap umurmu 5 bulan, artinya sebulan lagi umma harus mempersiapkan MPASImu. Dear Umar, umma memang seorang ibu yang mungkin sama dengan semua ibu di dunia ini. Sama-sama memiliki lelah dalam membersamaimu, sama-sama merasakan bahagia saat mencandaimu, dan sama-sama bangga saat mulut mungilmu memanggil gelar kebanggaan itu, umma, umi, ibu, bunda atau gelar-gelar mulia lainnya. Tapi nak, umma berbeda dari ibu lainnya. Umma memang bukan perempuan kaya raya yang bisa memberimu segudang fasilitas mewah. Umma juga bukan perempuan cantik, yang tiap hari menghiasi media dan layar kaca, perawatan mahal dan tetap cantik meski usia dan jumlah anak bertambah. Umma juga bukan perempuan yang berpendidikan tinggi, bergelar S3 dari luar negeri. Meski pernah memiliki mimpi itu, tapi sudah umma kubur dalam-dalam sejak membersamai abah dan memperjuangkan kehadiranmu. Nak, tapi umma adalah ibu yang berbeda. Umma memiliki doa-doa panjang untukmu. ...
Posts
Showing posts with the label Ramadhan
Published by
Nabila Cahya Haqi
Perenungan di sisa kesempatan untuk menjejak Ramadhan Malam ini masjid terlihat sangat ramai. Jamaah dari berbagai wilayah di Surabaya bergantian datang. Ada yang menggunakan mobil, sepeda motor hingga jalan kaki. Adzan isya baru saja dimulai namun shaf ibu-ibu sudah mulai penuh. Di deretan shof paling akhir terlihat kursi-kursi berjejer, rupanya ibu-ibu lansia yang disediakan tempat disana. Terlalu indah pemandangan ini, seakan-akan kita melihat orang-orang yang kelak bertempat di surga Allah. Setelah sholat isya telah dilaksanakan, semua jamaah yang hadir mendengarkan ceramah. Tanpa ada satupun yang meluarkan kata-kata. Bahkan beberapa menitikkan air mata. Pemandangan syahdu ini belum selesai. Sesorang di speaker mengumumkan bahwa imam sholat tarawih hari ini adalah Syekh Barahmah dari Madinah. Tepat dengan nama masjid yang sangat makmur ini, Masjid Ar-Rahmah Teluk Buli Surabaya. DI UJUNG RAMADHAN Masih ada kesempatan sebelum Ramadhan benar-benar perg...
Published by
Nabila Cahya Haqi
6 Ramadhan 1438 H Langit mulai menghitam, sementara sosok yang gagah perkasa sedang terbaring dengan gelisah. Suara malam sayup-sayup terdengar, menandakan malam yang semakin pekat. Malam itu adalah malam yang paling mencekam bagi laki-laki berbadan kokoh ini. Sekumpulan laki-laki berkumpul di depan pintu. Siap dengan pedang terhunus untuk memenggal kepala pemilik rumah ini. Mengambil nyawa orang yang sedang tidur di ranjang, yakni Ali. Malam itu adalah malam yang paling menegangkan bagi Ali. Sepanjang malam ia gelisah. Namun kelak, ia mengetahui bahwa Allah menggantinya dengan seorang bidadari yang tinggal serumah, sekasur, untuk menjadi istrinya. Adalah Fathimah Az-Zahra, salah satu riwayat menyebut namanya berarti cahaya yang bersinar. Tak hanya menyinari suaminya, Ali bin Abi Thalib, melainkan juga menyinari seluruh penduduk negeri. Az-Zahra, sebuah gelar kehormatan untuk perempuan penghulu seluruh wanita. Kisah hidupnya menjadi kabar terindah dari langit. Kelahiran Fa...
Published by
Nabila Cahya Haqi
30 Mei 2017 / 4 Ramadhan 1438 H Wanita juga dikenai perintah untuk menundukkan pandangan, tidak hanya lelaki, dan Drakor adalah contoh fitnah yang harus dijauhi, khusunya oleh wanita. Dalam status di WA, muncul gambar lelaki pemain drakor, dengan caption, "tombo ngantuk". Rasanya ingin saya teriaki, "Ghadul bashor wooooi! Bulan puasa jaga pandangan dong!" Tapi saya tahan, tentu saja karena khawatir tersinggung. Bulan Ramadhan mungkin saja datang sekali ini saja. It could be our last Ramadhan. Sayangnya kita masih susah menjauhi maksiat. Mata ini masih belum terjaga dengan baik. Padahal Jibril mendoakan celaka bagi orang-orang yang ketika Ramadhan datang, ia tak berubah lebih baik. Padahal ada banyak amal yang pahalanya sangat dahsyat! Dijamin keindahakan Ramadhan akan kita rasakan. Apa saja itu? Ustadz Sholeh Drehem, ketua Ikadi Jatim merangkumkannya untuk kita. 1. Puasa Ramadhan Amalan terdahsyat pertama ditempati oleh puasa Ramadhan. Y...
Published by
Nabila Cahya Haqi
3 Ramadhan 1438 H Ceramah Ramadhan oleh Ust. Shaleh Drehem Lc., M.A. Bulan Ramadhan, saatnya kita bertanya. Apa amalan utama yang bisa kita lakukan untuk mengisinya? Terdapar beberapa amalan utama yang harus kita lakukan jika kita tak ingin Ramadhan kita sia-sia. Apa saja itu? 1. Puasa Inilah amalan utama kita di bulan Ramadhan. Karena amalan ini wajib, maka tidak perlu kita bahas panjang lebar. Sami'na wa atho'na. 2. Qiyamullail Rugi sekali jika kita melewati malam tanpa qiyamullail. Saat orang-orang berbondong-bondong ke masjid untuk sholat qiyamu Ramadhan atau sholat tarawih. Maka pastikan diri kita menjadi bagian dari mereka yang menyambut seruan mulia ini. 3. Interaksi dengan Al-Qur'an Ramadhan adalah bulan Al-Qur'an. Dimana Malaikat Jibril membawa 30 juz Al-Qur'an dan kemudian diturunkan berangsur-angsur. 4. Memperbanyak infaq dan shodaqoh Jika ada di rumah kita, ada uang senilai dengan emas 90 gr. 1 gr 500gr atau berarti 40 juta, ...
Published by
Nabila Cahya Haqi
Ahad, 28 Mei 2017/ 2 Ramadhan 1438 H "tak pernah sama sekali, ada kekata dan perilaku orang yang bisa menjadi penentu kemuliaan dan kehinaan kita dan tak seorangpun bisa menyakiti, tanpa kita mengizininya maka bercahayalah dalam gelora untuk meraih semua pahala" -Salim A. Fillah "Puasa udah datang lagi. Duh, belum siap. Masih pengen bisa sarapan!" Ungkap salah seorang yang mengeluhkan hadirnya Bulan Ramadhan yang bersamaan dengan perintah puasa. Panas yang terik, angin sepoi teras hangat. Badan pun menjadi lemas, tenggorokan tersiksa karena kekeringan. Mungkin itulah oleh sebagian diantara kita. Kita harus berjuangan melawan keinganan untuk mencicipi seteguk air. Hal ini sungguh berbeda dengan kondisi para sahabat ketika datang bulan puasa. Perintah puasa diturunkan oleh Allah tidak ujug-ujug. Titah ini datang melalui suatu proses panjang. Selama tiga belas tahun kaum Muslimin berjuang menghadapi tekanan, ancaman dan pemboikotan d...
Published by
Nabila Cahya Haqi
27 Mei 2017 / 1 Ramadhan 1438 H Hari pertama Ramadhan berasa nano-nano. Seneng iya, tapi juga ada asem dan pahitnya. Tanggal 24 Mei lalu, saya berduka. Karena dua tahun sudah menjadi istri, dan selama itu pula yang kami tunggu belum juga tiba, keturunan. Saya jadi sensitif saat ada teman-teman yang menikah justru setelah kami, secara beruntun hamil. Tiap ada candaan dan obrolan tentang kemahilan mereka, ada rasa takut yang terbersit. Allah.... Tahun kedua Saya terus percaya, penundaan ini bukanlah karena Allah tak sayang pada kami. Melainkan sebuah kesempatan untuk melatih kesabaran kami. Saya juga terus yakin akan janjiNya, bahwa siapa yang berdoa, pasti akan dikabulkan olehNya. Innaka sami'ud du'a'. "انك سمع ادعع " Tahun kedua ini, saya berbahagia. Karena ada orang-orang sholih yang berkenan mendoakan saya. Salah satunya adalah ustadzah tempat saya berguru, bahkan belia adalah seorang hafidz. Bukan disitu saja kegembiraan saja, me...
Published by
Nabila Cahya Haqi
22 Mei 2017 Menanti sesuatu atau seseorang terkadang melelahkan Ramadhan sebentar lagi menjelang, dan aku masih sendiri. Hidup sendiri, melalui malam sendiri hingga berganti pagi dan malam lagi, seterusnya. Sendiri memang bukan nada yang pas untuk diperdengarkan. Mungkin lebih tepatnya sepi. Sepi yang mengambil semua orang dari sekeliling. Sepi yang membuatku nyaris tak bernapas. Aku merindukannya. Kapankah ia datang? Sepi lagi-lagi menjawab, tidak ada siapapun yang akan datang. Menghabiskan waktu bertahun-tahun dalam kesendirian memang mengerikan. Jangankan membayangkan, mengeja kalimatnya saja membuatku takut. Ketakutan ini terus menerus menggelayut. Hingga aku tersadar, jiwaku sedang rapuh. Kesendirian pasti Berujung Aku sadar sepenuh hati, bahwa pada akhirnya aku juga akan sendiri. Menghadapnya sendiri dengan pertanggung jawaban seberat gunung, bahkan lebih berat lagi. Betapapun aku sedih. Akan lebih menyedihkan lagi memikirkan bangunan 2x1 me...