Skip to main content

Posts

Showing posts with the label Cerita Kehamilan

Cerita Terkena Preeklampsia

Sebenarnya sudah sangat lama ingin bercerita banyak tentang tentang kelahiran Umar. Begitulah jika sesuatu itu ditunda-tunda, tak juga terealisasi hingga sekarang dia sudah hampir berumur dua tahun. Waktu itu sedang hamil trimester ketiga, badan saya mulai membesar. Hampir semua anggota badan membengkak, tidak hanya kaki yang umum dialami ibu hamil. Kata dokter di rumah sakit, itu hal yang biasa. Hingga memasuki minggu ke 37 saya beralih rumah sakit dengan dokter kandungan yang dikenal 'pintar'. Mengapa dari awal tidak di dokter itu? Karena untuk bisa periksa ke dokter tersebut, kita harus mengambil nomor antrian sejak dari subuh! Waktu itu setelah subuh, saya ke dokter bersama suami. Karena merasa baik-baik saja, saya memilih untuk menunggu di rumah sakit saja.  Hingga masuklah saya ke ruang dokter jam 9 an. Sebenarnya saya sudah sering ke dokter itu pada waktu promil, sehingga ia tau betul kondisi saya sebelum hamil dan sekarang saat hamil. Berubah drastis. Sebelum hamil bera...

Program Hamil dengan Madu dari Hutan

Alhamdulillah genap dua bulan sudah saya menjadi seorang ibu. Artinya sudah 4 tahun akhirnya doa dan ikhtiar terjawab. Ya, selama beberapa tahun menikah saya belum juga dikaruniai keturunan. Beragam program hamil telah saya coba. Hingga terakhir, saya mulai dari mengubah gaya hidup dan pola makan. Salah satunya adalah rutin mengkomsi madu. Beberapa tahun yang lalu, saya mendapatkan vonis terkena PCOS dari dokter spesialis obgyn. Sebuah syndrom yang menyebabkan terganggunya siklus hormonal. Hal inilah yang menjadi penyebab banyak dari wanita kesulitan untuk hamil. Parahnya beberapa pihak menyatakan bahwa penyakit tidak dapat disembuhkan. Saya tentu tidak mau menyerah, karena buktinya banyak PCOS survivor yang telah berhasil hamil dan memiliki beberapa anak. Banyak dari mereka membagi ikhtiar mereka yang mengubah gaya hidup terutama menu makanan harian mereka. Memulai dari Gaya Hidup Sehat Pertama,  mulai konsumsi makanan yang sehat yang terbukti kaya akan gizi yang...

Kisah Penantian Buah Hati Part 1

Tangisan bayi pecah beberapa menit sejak memasuki ruangan operasi. Diiringi dengan tangisan ibunya yang setengah sadar akibat efek obat bius. Setelah penantian panjang akhirnya suara tangis bayi bisa terdengar juga olehnya. Apakah ia hanya bermimpi? Ataukah ini memang sebuah jawaban dari penantian panjang selama ini? Masyaallah, tabaarakallah. Ternyata sang ibu itu adalah saya, dan saya memang tidak sedang bermimpi. Bayi yang telah dinanti selama 4 tahun lamanya itu kini telah lahir di dunia. Proses panjang itu seakan hanya hitungan detik saja. Semua terbayar dengan kebahagiaan yang begitu besar. Alhamdulillaahil-ladzii bini’matihi tatimmush-saalihaat. Segala puji bagi Allah yang dengan nikmat-Nya segala amal shalih sempurna. Kehidupan Pernikahan Menikah di usia yang belum genap 20 tahun, mungkin bagi sebagian orang terlalu dini. Tapi di usia itulah Allah menakdirkan saya bertemu sesosok laki-laki yang sangat sabar dalam menjalani kehidupan berdua. Sejak awal me...

Pengalaman Senam Hamil di RS Al-Irsyad Surabaya

Setiap ibu hamil pasti berharap sang anak lahir dengan sehat dan normal. Berbagai usaha dilakukan para ibu untuk mendapatkannya, salah satunya adalah dengan senam hamil. Sejak sebelum hamil, saya sering melihat postingan teman-teman yang melakukan senam hamil. Hal itu sukses membuat saya ingin segera hamil dan ikut senam hamil. Karena termasuk kehamilan beresiko, yakni pernah keguguran dan pendarahan saat hamil, saya akhirnya memilih untuk ikut senam hamil saat memasuki trimester ketiga. Sebelumnya saat kontrol kandungan bulan ke-6, janin saya masih sungsang. Dokter menyarankan untuk banyak menungging seperti posisi sujud. Saya lalu bertanya, "jika ikut senam hamil, gimana dokter?" "ya nggak apa," kata dokter. Setelah mendapat ACC dokter, maka sayapun semangat untuk ikut senam hamil. Setelah cari informasi lewat Google, akhirnya saya memilih RS Al-Irsyad yang jadwalnya sesuai dengan jadwal suami dan cukup dekat dengan rumah. Review Sen...

Review Aplikasi Recommended untuk Ibu Hamil, Pregnancy+

Bagi saya, kehamilan adalah hadiah terindah dari Allah. Apalagi saat bisa merasakan tendangan cinta dari si kecil. Rasanya tidak sabar untuk bisa segera melihat wajah mungilnya, memeluknya dan menyusuinya. Kata orang, cinta pada pandangan pertama. Tapi aku telah jatuh cinta sebelum bisa melihatnya. Meskipun belum bisa melihatnya, bonding diantara kita berdua tercipta. Apalagi saya bisa memvisualisasi lewat canggihnya teknologi. Salah satu aplikasi yang menciptakan bonding antara saya dan janin adalah pregnancy+ atau dalam versi Indonesianya kehamilan+ Review Aplikasi Pregnancy+ Pada halaman awal disuguhkan video perkembangan bayi dari pekan ke pekan. Lalu disajikan berbagai artikel yang bermanfaat untuk ibu hamil. Sebagian besar memang masih berbahasa Inggris, tapi ada juga yang telah diterjemahkan dalam Bahasa Indonesia. Tidak hanya itu, masih ada beberapa fitur yang sering saya gunakan, misalnya sebagai berikut. Menu Bayi Dalam menu ini ada beberapa pi...

Bed Rest Bahagia dengan Insto Dry Eyes

Banyak karuniaNya yang sering luput untuk kita syukuri Terlalu sering kita mengeluh Atas semua kondisi yang terjadi Padahal kita punya mata yang sehat, Tubuh yang sempurna, dan akal yang jernih Tiap orang diuji dengan cobaan yang berbeda. Selama masih hidup di dunia, kita tidak pernah lepas dari ujian. Ujian ada sebagai pertanda bahwa Allah sayang pada hambaNya.  Ada yang diuji dengan kekurangan harta, konflik dengan orang lain, hingga jodoh yang tak kunjung hadir. Sedangkan saya merindukan hadirnya buah hati. Seperti pasangan yang sama-sama sedang berjuang, ujian ini cukup menguras banyak hal, mulai emosi, pikiran, hingga uang. Tapi begitulah indahnya kehidupan, tanpa air mata kita tak pernah merasakan arti bahagia. Dan akhirnya saya merasakan bahagia itu. Ia hadir saat muncul dua garis di strip tes kehamilan. Alhamdulillah, akhirnya Allah menjawab doa yang selama ini saya panjatkan. Waktu empat tahun adalah masa yang panjang bagi saya. Semua perjuangan untuk bisa ham...

Kisah Khalifah Umar yang tidak Mengenali Cucunya

People say love at the first sight But I love you before I can see you Quote ini memang benar saya rasakan. Kebahagiaan ini telah saya rasakan setelah bertahun-tahun merindukannya. Apalagi setelah bisa merasakan tendangannya. Sungguh bahagia sekali. Seperti pagi tadi saat si suami membacakan sebuah kisah untuk saya dan si dedek. Dia menunjukkan rasa senangnya dengan menendang lembut perut saya. Hari ini memang spesial karena stimulus untuk si dedek diberikan langsung oleh abinya. Abi membacakan kisah tentang sahabat Umar bin Khattab ra. saat  menjabat sebagai khalifah. Ia melihat di depannya ada seorang anak perempuan kecil dalam keadaan memelas. "Kasihan sekali. Anak siapa ini?"  tanya khalifah Umar pada anaknya, Ibnu Umar. Yang ditanya menjawab, "Ini anak saya, cucu Anda sendiri." "Habis Bapak tidak mau memberi apa yang Bapak miliki." "Kalau saya tidak mau memberi, apakah kamu tidak bisa seperti orang l...

Kisah Ditya yang tidak Disiplin (Stimulus Janin dengan Kisah #7)

Hari ini dedek janin di perut mendapat cerita tentang seorang anak yang bernama Ditya. Seorang anak kelas dua SD yang sering membuat ibunya pusing karena ia tidak mau membereskan barang-barangnya. Seperti sore itu, saat asyik bermain tiba-tiba temannya datang memanggil. Ia yakin tidak akan diizinkan ibunya bermain karena belum mandi. Maka ia segera bergegas ke kamar mandi dengan pakaian yang ditaruh sembarangan di depan kamar mandi. Akhirnya ruang dapur berceceran dengan baju kotor Ditya. Ibu telah mengingatkan Ditya berkali-kali agar mau tertib. Tapi tetap saja, seusai pulang sekolah, seragam sekolah dilepas sembarangan, tas, kaus kaki dan sepatupun begitu pula. Tidak heran jika tiap kali berangkat sekolah ia selalu kebingungan mencari barang-barangnya. Saat malam hari, ibu mengutarakan kekecewaannya pada perilaku Ditya tersebut.  Dengan bahasa halus dan bersahabat Ditya mulai paham bahwa perilakunya itu membuat beban ibu semakin banyak. Padahal j...

Mengajak Dedek Sholat Gerhana

Hari ini spesial sekali, karena si dedek tak hanya mendengar stimulus dari saya ibunya saja, tapi juga dari tausyiyah saat saya mengikuti sholat gerhana bulan.  Pagi-pagi sebelum subuh saya dan suami bergeges menuju masjid untuk melaksanakan sholat gerhana bulan. Setelah sholat, ustadz Sholeh mulai memberikan tausyiyah. Tentu saja saya bahagia karena hari ini adalah hari produktif dimana saya bisa mengajak dedek dalam memulai hari dengan amal sholih. Sang Ustadz menceritakan peristiwa gerhana yang ada di zaman Rasulullah. Waktu itu Nabi Muhammad sedang berduka dengan meninggalnya putra beliau yang masih bayi, Ibrahim. Saat terjadi gerhana, siang hari berubah menjadi gelap. Para sahabat mulai banyak yang mengatakan bahwa langitpun ikut sedih dengan kematian putra Rasul. Rasulullah segera bergeges mengumpulkan para sahabat di masjid, seakan ada sesuatu yang penting untuk disampaikan pada para sahabat. Ada ketakutan yang terlihat dari wajah Rasulullah. ...