"Oek... oek... oek..." Tangisan bayi saya memecah keheningan malam. Jam menunjukkan pukul 12 malam, tapi saya harus melawan ngantuk untuk memberi ASI padanya. Ya Allah, begini ya beratnya jadi ibu, harus bangun berkali-kali di malam hari. Tidur dengan posisi menyusui berjam-jam hingga pundak terasa pegal. Meski ia sudah terlelap, saat ASI ditarih, eh bangun lagi. Perasaan lelah itu berusaha sekuat tenaga saya tepis, sebab hal inilah yang telah saya nantikan bertahun-tahun: menjadi ibu dan menyusui buah hati. Meskipun sama seperti para ibu pejuang ASI, saya berjuang menghadapi tantangan-tantangan saat menyusui. Misalnya rasa lelah dan bosan. Bayi hanya tidur sejenak selama 1 jam, kemudian terbangan lagi untuk minta ASI. Belum lagi cukup sulit untuk memasukkan puting ke mulut bayi, jadi saya harus memasukkan mulut untuk masuk tepat sempurna di mulut si kecil. Tidak jarang saya harus memasukkan berkali-kali hingga si bayi nyaman. Perjuangan belum usai. M...