Skip to main content

Posts

Showing posts with the label Lifestyle

Emak-Emak, BEM SI dan Sebuah Penderitaan

Dulu ketika zaman kuliah, sempet kenal beberapa pimpinan aktivis BEM. Meskipun belum sempat nyemplung kesana, tapi menjadi jurnalis kampus membuat saya mengenal kegigihan mereka. Beberapa diantara mereka, anak-anak BEM adalah anak-anak rohis (kerohanian Islam) yang juga aktif berdakwah di kampus. Kebanyakan mereka juga adalah para mahasiswa berprestasi atau dulu disebut mawapres. Beberapa mereka memang anak Fakultas Ilmu Sosial dan Politik, fakultas yang bersebelahan dengan fakultas saya, FIB. Tapi banyak diantara mereka malah bukan sama sekali anak politik, banyak yang justru dari jurusan MIPA. Saya mengenal betapa mereka dididik untuk memikirkan orang lain. Sebenarnya justru bukan hanya dari para dosen. Melainkan dari keyaninan mereka, bahwa hidup itu bukan hanya tentang hidup. Melainkan tentang bagaimana kita menjadi orang yang bermanfaat bagi orang lain. Bergolak hati saya setelah suami menceritakan kabar terbaru mengenai mereka. Ya, aktivitas menjadi ibu memang membuat saya kadan...

Pencapaian di Tahun 2020 yang Harus Kusyukuri

Tahun 2020 menghadirkan banyak sekali warna-warni kehidupan yang berbeda. Pertama tentu kita menghadapi bersama masa-masa Pandemi yang menguras kesabaran. Kita dituntut untuk tetap di rumah, meski kebosanan melanda.  Meski begitu, daripada mengeluhkan berbagai kekurangan yang kita miliki, lebih baik kita mulai mensyukuri segala nikmat yang Allah syukuri.  Bagi saya, setidaknya ada 5 pencapaian yang harus saya syukuri di tahun 2020 ini. Berikut cerita bahagianya.  1. Melewati kehidupan baru sebagai  ibu Inilah pencapaian yang sangat saya syukuri. Setahun sudah Allah memberi kesempatan membersamai Umar. Jika biasanya saya sendirian ditinggal suami dinas luar alias menjalani LDR, kini saya punya teman. Teman yang keceriannya mewarnai kehidupan tiap hari.  Jika biasanya saya malas masak, saya harus masak tiap hari agar berat badan Umar bertambah. Selain itu terlalu sering beli masakan di rumah juga tidak baik bagi kesehatan, khususnya bayi, sebab terlalu banyak peny...

Cara dan Pengalaman Berhasil Sembuh dari Sindrom Introvert

Alhamdulillah sudah dua bulan saya genap melewati segala keriwehan menjadi seorang ibu. Selain itu, hampir dua bulan pula saya menjejak menjadi calon "Bunda Cekatan" di salah satu tahapan Institut Ibu Profesional. Artinya masih ada sekitar 70% lagi untuk dapat gelar itu. Memasuki pekan ke-3 di tahapan kedua ini, saya mendapat tantangan untuk mencari teman yang se-passion. Akhirnya saya masuk juga di keluarga "WebS", Website-Blog-Seo, keluarga yang hati dan pikirnya ada pada seputar dunia tulis menulis digital ini. Mengapa saya nyemplung kesini? Padahal ada beberapa keluarga lain seperti "Sastra" atau "Parenting" yang juga saya minati. Setelah merenung sambil nidurin si bayi, akhirnya saya kembalikan ke project yang ada di mind map yang saya buat beberapa pekan lalu. Ya, target saya tahun ini, peningkatan penghasilan bulanan saya meningkat dari ngeblog ini. Sayangnya sebagai mantan pengidap introvert, masih susah buat saya untuk mem...

Tempat Ibadah jadi Bersih dengan GoClean

Malam hari setelah sholat maghrib biasanya anak-anak akan berkumpul di musholla sebelah rumah untuk mengaji. Biasanya setelab sholat isya mereka kembali pulang ke rumah masing-masing. Tapi malam itu tidak seperti biasanya, anak-anak mendapat kegiatan tambahan di lantai dua musholla. Sayangnya lantai dua tidak pernah digunakan dan penuh dengan debu. Sehingga anak-anak diminta untuk membersihkan lantai atas terlebih dahulu. Bukannya malah bersih, debu-debu semakin beterbangan hingga ke lantai bawah. S aya cuma bisa sedih melihatnya, rasanya ingin ikut membersihkan rumah Allah ini. Namun kondisi kehamilan saya yang beresiko membuat saya tidak boleh kerja berat, apalagi naik turun tangga. Setelah banyak melihat status teman-teman di sosial media yang menggunakan jasa kebersihan GoClean, saya jadi tertarik. Akhirnya saya coba download aplikasi Go Life dan order GoClean. Setelah berhasil mendapatkan mitra Go Clean (sebutan untuk petugas GoClean), saya lalu menanyakan, "A...

Belajar jadi Hero dari Ibu

Siang itu saya pulang ke rumah kedua (rumah bapak dan ibu). Sama seperti hari-hari lain saat saya pulang, pemandangan pertama yang saya lihat adalah ibu yang sedang menemani tamu. Tiap pagi dan malam tamu selalu berdatangan dan ibu menyambutnya dengan ramah dan sabar. Ibu, sosok yang kehadirannya dibutuhkan banyak orang.                                Ibu  adalah sebutan untuk nenek saya. Disebut begitu biar awet muda, katanya. Sementara saya memanggil umi pada ibu kandung saya. Sejak muda beliau sangat senang membantu orang lain. Salah satunya adalah 'hobi' menjodohkan para jomblo. Ya, ini bukanlah hal sepele, karena menjodohkan adalah salah satu perintah dalam Al-Qur’an: Dan nikahkanlah orang-orang yang sendirian di antara kamu , dan orang-orang yang layak (menikah) dari hamba sahayamu yang lelaki dan hamba-hamba sahayamu yang perempuan. Jika mereka miskin Allah akan m...

Saat Mimpimu Hancur, Ingat 3 Hal Ini!

Saya sudah putus asa, waktu itu. Sebuah mimpi hancur berkeping-keping. Mimpi yang saya bangun sejak SMA hancur dan sempat akan saya kubur hidup-hidup. Mimpi itu sederhana, keluar negeri. Awalnya mimpi saya membumbung tinggi. Dengan semangat menggebu saya bermimpi bisa kuliah di Al-Azhar Kairo. Mulai menghafal Al-Qur'an, belajar Bahasa Arab dan ilmu-ilmu agama lainnya. Kelak saya menyesal, sebab semua usaha yang saya lakukan hanya untuk dunia. Mungkin waktu itu saya bermimpi gegara nge-fans novel-novel Kang Abik, hehe. Tak ayal jika mimpi ini terhempas angin begitu saja. Sebab keadaan orang tua yang kurang mampu mengharuskan saya kuliah gratis di sekolah negeri, mulai SD hingga SMA.  Saat diterima di UNAIR, saya rajut lagi mimpi itu. Meski mimpi kuliah di Al-Azhar diturunkan menjadi, "yang penting keluar negeri", entah beasiswa short course atau sekedar jalan-jalan. Tapi kisah seakan berakhir tragis, mimpi itu seakan mustahil, sebab hingga hari kelulusan ku...

NGOBROL BARENG MPR SAMBIL BELAJAR ILMU KEBANGSAAN

Hari itu, Sabtu 4 November, sangat cerah, karena itu saya akan menghadiri sebuah event Blogger yang diadakan oleh MRP RI. Hari yang saya tunggu, karena saya masih jarang ikut eventnya para blogger, maklum masih newbie, Hehehe. Dengan rapi saya datang menuju Fairfield Hotel di jalan Mayjen Sungkono. Setelah registrasi dan persiapan, akhirnya tepat pukul 9 acara dimulai, sudah dihadiri oleh Sekjen MRR RI, Pak Ma'ruf Cahyono. Sebelum diskusi dimulai, kami menyempatkan diri untuk berfoto, hehe. Setelah menunggu, akhirnya acara dimulai. Dibuka oleh Mbak Nurul, salah seorang Blogger yang kemarin mendapatkan undangan dari Google di Amerika. Ya, salah satu keistimewaan acara ini saya bertemu orang-orang keren! Tak hanya Mbak Nurul, Beliau juga memperkenalkan 2 blogger yang mengharumkan nama Indonesia dengan mendapat undangan dari Google, yakni Mas Fahmi dan Mas Budiono. Setelah MC membuka, acara dilanjutkan dengan diskusi yang dipimpin oleh Mbak Avi. Beliau men...

Cara Cerdas Mempersipkan Ujian Nasional Bahasa Inggris

Ujian Nasional telah didepan mata. Tepatnya 4 hari lagi menjelang Ujian Nasional tingkat SMA sederajat. Meski telah banyak dikritisi, UN masih tetap dilaksanakan sebagai ujian akhir jenjang sekolah. Jadi, bagimanapun kita harus tetap mempersiapkannya dengan matang. Bahasa Inggris tetap menjadi momok dari tahun ke tahun. Boro-boro bisa jawab, soalnya apa aja ndak ngerti, capek deh. Sehingga tidak heran, banyak yang memilih jalan pintas. Meski sadar jika cara ini salah, para siswa seakan terpaksa dan mau tidak mau memilih jalan curang ini. Sebagai seorang Muslim, Allah telah melarang kita berbuat curang. "Dan celakalah bagi orang-orang yang curang" Al-Muthoffifin: 1 Maka kita harus bisa menghapi UN ini dengan baik. Berikut cara cerdas agar kita bisa meraih nilai tinggi saat UN, sekaligus menempuh jalan yang mulia (baca: jujur). 1. Menghadapi Soal Listening Bahasa Inggris Tak dipungkiri jenis soal listening menjadi hal yang ditakuti. Bahkan banyak siswa yang...