Di bawah temram lampu yang menghujaniku dengan cahaya jingga berpendar kuning. Menawan, apalagi menjadi horizon saat alam di luar sana gelap gulita. Mewahnya cahaya itu tak dapat mengalahkan kesibukan otakku yang terus berputar. Lama berfikir akhirnya air mata itu menetes juga. Penghayatan dari dua hari di UPN membuat kami sadar, belum seberapa perjuangan kami untuk umat ini. Sesaat setelah mengikuti speech contest di Cito, dengan dihadapkan beribu pengalaman berharga, kami langsung menuju ke UPN, tempat berlangsungnya seminar yang diadakan Permata Insani. Saat mengikuti awal materi yang telah terlambat, kami sempat terkatung-katung karena ketinggalan. Tapi…”Allohumma inni asaluka ilmannafiia wa rizqan thoyyiba, wa amalan mutaqabbala…”. Kupanjatkan doa dan niat suci untuk menuntut ilmu. Beruntung kami duduk di samping sahabat yang dermawan, menuntunku saat di landa kebingungan. Hari pertama, kami di berikan hikmah luar biasa. Manusia memiliki...
Posts
Published by
Nabila Cahya Haqi
Namaku Islami Bela. Ya, semua tahu itu. Dalam ilusi, aku hanya mimpi, dalam senda gurau, tipu daya belaka. Karena dunia hanya tipu daya. Sebagai orang islam, kita harus bisa mempertanggung jawabkannya. Bukan hanya untuk penghias KTP, begitu kita tahu. Semua hanya sementara Tentu semua tahu Tapi dunia dan tipu dayanya akan terus mengejar Kita tertawa...terbahak-bahak "Hahaha...Kita berhasil..Inilah perjuangan kita. Wah tak sia-sia aku begini, begitu...bla-bla-bla.." Memang, tak boleh siapapun kita panggil di si bodoh, walau sebodoh apapun dia. "Karena hidup akan mengajarinya.."Begitu kami membaca buku milik sang pejuang. Aku pernah berfikir, buat apa semua ini dihadapkanNya? Ternyata jawabannya tak lain adalah "IBADAH". Baru saja aku dihadapkan, pada komputer, yang melahap seluruh jagad raya. Hingga adikku bilang, "Sampai kapan tuh...?" Facebook, Twitter, Google, Blogger, dan website-website lainnya. Ini yang dilakukan teman-teman hebatku. ...
Published by
Nabila Cahya Haqi
Malam yang senja, dilalui tuk mempersipakan hari esok yang cerah. Pagi yang cerah, diusahakan agar bermakna pada malam yang kan datang. Berbagai kejadian, tantangan, bahkan cobaan dihadapkan Allah SWT pada kita. Tapi kita tak pernah berfikir untuk apa semua ini? Jawabannya, hanya untuk beribadah kepadaNya. Setiap pertandingan, perlombaan, persaingan yang kita ikuti dengan niat peroleh hikmah, akan jadi makna dan ibadah berarti jika ditujukkan pada Allah SWT. Pernahkah kita berfikir, untuk apa kita dicipta seperti ini? Memilki kepribadian, minat, dan kesenangan yang seperti ini? Semua itu agar kita belajar untuk beribadah. Allah menguji, akankah semua 'nikmat' yang diberikan Allah itu mampu kita jadikan alasan untuk bersyukur dan menegakkan kalimat Laa Illaha Illalloh. Kita orang islam, mengapa kita harus jadi orang islam? Itu yang ha...
Published by
Nabila Cahya Haqi
Kepada seluruh kawan seperjuangan Assalamu'alaikum WR.WB. Hitam kelam kehidupan telah kita lalui bersama. Selama itu pula kita belajar dan mengenal dunia. Disini pula kita belajar dan mengenal dunia. Disini pula kita mengenal perjuangan. Hingga kita mengenal misi kholifah fil ardh dan pembangunan masyarakat thoyyibah. Tidak dikatakan pahlawan, jika tak berjuang. Bukanlah seorang mujahid jika tak melakukan usaha perjuangan melawan kebathilan. Dan tidak pantas seseorang mengatakan ingin mewarisi surga jika belum melakukan dan merasakan pahitnya perjuangan. Baru kemengerti makna perjuangan saat amanah datang dari sekolah yang memintaku mewakili dalam lomba debat se-Jawa Timur di GNI. Aku dan teman-teman berjuang untuk 'proyek d...
Published by
Nabila Cahya Haqi
Cerpen Udara menyusup masuk jendela-jendela masjid dengan malas-malas, hanya sesekali. Lukman, karibku itu sedang ‘nggetu’ dengan bukunya. Sedang siang sehabis jum’atan ini hanya bisa termenung merenungi nasib dakwah islam di sekolahku yang semakin redup. Sudah hampir tiga semester sejak pertama kali masuk SMA, kegiatan kislaman atau yang biasa disebut SKI ( Sie Kerohanian Islam) nyaris musnah di SMA negeriku ini. Tak ada lagi siswa yang berminat untuk mencari ilmu agama, berdakwah untuk islam dan berjuang menyempurnakan akidah. “He! Udah pernah tahu kisahnya Muhammad Al-Fatih belum?”Suara Lukmah dengan sangat mengebu-gebu memecahkan sebuah penghayatanku. ...
Published by
Nabila Cahya Haqi
Bagai bunga yang mekar Menari-nari bersama angin Gemerlipan dengan kemewahan sinar Bahagia mengerubung relung hati Semerbak keharuman iman Telah tergores dalam lembar kehidupan kisah seorang anak kecil bernama Syerli. Gadis kecil berumur sepuluh tahun yang memiliki ibu seorang non muslim dan sedang ayahnya adalah seorang muslim. Tiap hari ia datang ke musholla untuk mengaji. Ya, ia memilih bersama ayahnya beragama islam. Gadis kecil itu cantik berkulit putih. Matanya sipit dan senyumnya manis. Sehari-hari ia bermain-main dengan teman-temannya dengan memakai rok pendek, bahkan terkadang pula memakai pakaian 'you can see'. Tentu saja pakaian itu adalah yang biasa dipakaikan mamanya sejak kecil. Sering ia melihat teman-temannya mengaji, dengan kerudung dan pakaian tertutu...
Published by
Nabila Cahya Haqi
Ada selaksa sebuah cahaya Memberi arti dalam hidup Mengejar kegemilangan masa depan Kini, dengan semangat baru yang tiba-tiba datang, mendobrak naluri dengan luar biasa, perjuangan yang dipertahankan. Aku, Islami Bela akan berusaha untuk memaknai hidup. Dalam sebuah kelas saat mengikuti jam pelajaran, ada pandangan yang menyibukkan pandanganku. "Life must has the mean, Hidup harus punya arti." Sebuah kata yang indah dan bermakna. Hidup memang harus punya arti. Bukan sekadar untuk makan, tidur, dan senag-senang, tidak! Namun, sayangnya tulisan itu Islami lihat di pojok meja guru. Sungguh, membuat bangku yang seharusnya indah dipandang tersebut menjadi terkotori oleh tulisan itu. Otakkupun berfikir, mengapa tulisan yang seharusnya begitu bermakna harus terkotori sendiri oleh penempatan tulisan itu. ...
Published by
Nabila Cahya Haqi
Hari ini, Islami kedatangan tamu istimewa dari Jerman. Aku menceritakan pengalaman lewat blog ini. Sebuah pembelajaran yang diambil dari presentasi mereka di ruang perpustakaan waktu itu. Kali ini Islami akan menampilkan dalam bahasa Inggris, sekalian belajar, buat teman-teman yang belum tahu artinya, bisa lihat terjemahan di bawahnya. Hayati baik-baik ya... I did not know was ... Due to the German nation has stood so long, then the culture was already very entrenched or too maindset in his subjects, it can be said also not possible to change the life there. When I asked in a stuttering whistles, "Do you all have aspirations to change the country for the better? because I think this is the most important ...." I certainly do not understand what their answers, second thought to what changed? I'm confused itself with the question, because of limitations vokab. But after Mrs. Suli explain, then I understood that it was not easy. When I look at Indonesia, this hands...
Published by
Nabila Cahya Haqi
Saat kelas begitu sibuk dengan obrolan-obrolan, yang teman-teman anggap dapat menghilangkan jenuh karena hujan. Mereka semua memang terlalu naif, tak pernah bersyukur. Saat inilah, aku terlena akan kenikmatan hujan. Bersenyawa dengan suasana dingin, yang akhir n ya menghaturkanku untuk mengungkap segala kemewahan hujan... Hujan terus menyentuh Tapi tangan tak henti menggores Tentang asa, Cinta, dan cita yang diutamakan Pikiran ini terus bergelayut Tentang misi besar sebagai manusia Menyentil seluruh kekuatan Memperbaiki semua elemen Lengkap sudah motivasi ini Bangun dan bentangkan sayap Mengemban cita besar, SURGA! Teman-teman terus saja bergelayut dengan kesenangannya, tanpa menyisakan aktivitas yang sedikit membuat alam merasa sangat terbutuhkan. Bahkan ada seorang teman yang nyletuk, "Hujan lagi-hujan lagi...Bosan aku...owalah...dasar hujan!!!" Tanpa pikir panjang, aku terus memaknai hujan (baca:rahmat) dari Allah ini. Tetes, demi tetes, ternyata air mataku ikut ...
Published by
Nabila Cahya Haqi
Jauh panggang dari api perdamaian Dajjal-dajjal terus beringas Menenteng buldoser-buldoser kebanggaan mereka Meluluh lantakkan Khirbet Yarza Tanah ini tinggal puing Yang hanya menyisakan kesyahduan Mereka tetap tegak Menyempurbakan keikhlasan ibadah Omongan-omongan busuk Diteriakkan tanpa dibarengi setitik reaksi Hanya bisa membual Merajam dengan kalimat kosong Roda-roda kedengkian menggilas-gilas Tanpa setetes rasa iba Mana lagi ada cinta? Mana lagi yang namanya Hak? Bumi Allah semakin hancur Sementara kau hanya bisa mengeluh Dengan keprihatinan dustamu! Sudah, hentikan mencari ratu hebat Ratu hebat itu tak ada! Karena ratu hebat itulah fatamorgana Masih sanggupkah kau? Meneriakkan kebohongan untuk mereka Yang tengah bersujud Di tengah kepiluan Lihat! Lihatlah hati mereka yang teguh Jangan kau pandang mereka punya pakaian Hentikan kipas-kipas misimu! Puing-puing selaksa Jadi saksi di tanah Khirbet Yarza ...