Assalamu'alaikum! Semoga semua sobat online umma sehat dan berkah, ya! Masih inget kisah yang kemarin viral, bapak kesayangan emak-emak ketemu dengan orang terkaya di dunia? Tenang, we will not talk about politic at all. Coba simak lagi, apa topik yang dibahas di media? Kemarin abati Umar cerita bahwa ada ustadz yang membahas hal berbeda. Coba lihat apa yang dipakai oleh kang terkaya di dunia itu? Jas lengkap? Dasi klimis? Atau malah? Dan coba lihat bapak kesayangan emak-emak yang kemarin ke Amerika. Pakai dasi dan semuanya serba kebalikan. Yang terkaya sedunia justru pakai kaos oblong, jauh lebih keren suami-suami kita pas berangkat kerja kan? Apa sih hikmah dari kisah viral ini? Orang yang sebenarnya 'kaya', mereka tak butuh lagi penghargaan dari manusia. Sebab mereka tau, netizen yang katanya selalu benar ini, tidak akan berani nyinyir ke mereka. "Iiih lu acara gede gini kok pakai kaos oblong sih" karena mereka yang berani ngomong gini pasti bakal keder...
Posts
Published by
Nabila Cahya Haqi
Kini tiba saatnya kita tak lagi sedekat biasanya, nak. Jika sejak lahir Umar Musyaffa' selalu ada di dekapan ummah, kini semuanya berbeda. Biasanya Umar tak bisa jauh dari ummah karena harus menyusu, kita tak lagi. Dulu mungkin Umar tak bisa tidur jika tidak dengan dekapan ummah, sekarang tak lagi, nak. Kau bisa tidur dengan abah, om, mbah, atau siapapun yang dekat denganmu. Semua tak lagi sama, karena kamu telah disapih. Masya Allah Tabarakallah. Allah ingin memberikan hikmah pada kita, bahwa kita akan berpisah. Mau tidak mau, siap atau tidak, kita akan berpisah dengan orang yang kita cinta. Karena tidak ada yang abadi di dunia ini, semua akan sirna, semua akan berpisah. Yang bisa kita perjuangkan saat ini adalah bagaimana kita bisa berkumpul kembali di surgaNya. Yang ummah yakini, bahwa Islam memerintahkan para ibunda untuk menyapih anaknya di usia dua tahun. Tidak dijelaskan waktu yang "saklek", boleh kurang atau lebih dari 24 bulan. Banyak seruan di telinga kanan k...
Published by
Nabila Cahya Haqi
Tiap keluarga memang punya pencapaian masing-masing. Bukan hak kita mempertanyakannya. Kok hidup bertahun-tahun masih ngontrak sih. Enak banget ya, tinggal di pondok mertua indah. Duh, kamu ngapain aja say, kok belum ngumpulin apa-apa, Shopee terus aja sih. Dan sederet kalimat nyinyir lain. Sayapun alhamdulillah belum mendapatkan kalimat terang-terangan bernada nyinyir begitu. Yang jelas, saya memang benci ditanya, "tinggal dimana sekarang? Sama ortu apa udh rumah sendiri?" Ummah tinggal di lantai dua, membersamai orang tua yang tinggal di bawah. Dari atas bisa terlihat jelas pemandangan "KHAS" anak-anak. Ada yang suka mukuli adeknya sendiri, kadang bahkan ditendang dan dikeplaki, si adik hanya bisa nangis merengek. Ada yang pernah membuang sandal kawannya ke genteng di sebelah rumah sambil mesoh-mesoh. Ada yang sukak bully teman-temannya. Ada yang selalu kalah dan berakhir menangis pulang ke rumah orangtuanya. Kemarin, terjadi perenungan mendalam. Apa maksud All...
Published by
Nabila Cahya Haqi
Dulu ketika zaman kuliah, sempet kenal beberapa pimpinan aktivis BEM. Meskipun belum sempat nyemplung kesana, tapi menjadi jurnalis kampus membuat saya mengenal kegigihan mereka. Beberapa diantara mereka, anak-anak BEM adalah anak-anak rohis (kerohanian Islam) yang juga aktif berdakwah di kampus. Kebanyakan mereka juga adalah para mahasiswa berprestasi atau dulu disebut mawapres. Beberapa mereka memang anak Fakultas Ilmu Sosial dan Politik, fakultas yang bersebelahan dengan fakultas saya, FIB. Tapi banyak diantara mereka malah bukan sama sekali anak politik, banyak yang justru dari jurusan MIPA. Saya mengenal betapa mereka dididik untuk memikirkan orang lain. Sebenarnya justru bukan hanya dari para dosen. Melainkan dari keyaninan mereka, bahwa hidup itu bukan hanya tentang hidup. Melainkan tentang bagaimana kita menjadi orang yang bermanfaat bagi orang lain. Bergolak hati saya setelah suami menceritakan kabar terbaru mengenai mereka. Ya, aktivitas menjadi ibu memang membuat saya kadan...
Published by
Nabila Cahya Haqi
Teringat beberapa tahun yang lalu. Ummah mengandung Umar yang masih sangat lemah. Bergerak sedikit saja, pendarahan mengucur deras. Bagai orang yang menstruasi, meskipun kenyataannya sedang hamil. Semua orang berpuasa, tarawih, baca Quran, ummah harus terbaring di kasur. Tak boleh sholat di masjid, sholat sambil berdiri, apalagi ikut puasa. Kata orang awam mungkin kandungan lemah. Meskipun pada akhirnya ummah tau, inilah cara Allah menyayangi setiap ibu, memberikan cerita tersendiri agar tak pernah lupa bergantung padaNya. Tahun pertama, tak bisa puasa karena adanya pendarahan saat hamil. Tahun kedua, Umar ASI ekslusif. Awalnya sedikit bahagia bisa ikut puasa. Hari kedua ketiga lancar, ASIpun rasaya cukup. Tapi ternyata di hari ketujuh, BBnya turun drastis. Dia yang awalnya terlihat gemoy, buka terlihat kurus perlahan. Ya Rabb, mungkin inilah salah satu hikmah Allah memberi ruqshoh atau keringanan untuk para busui dan bumil. Akhirnya, genap dua tahun...
Published by
Nabila Cahya Haqi
Kini tiba saatnya kita tak lagi sedekat biasanya, nak. Jika sejak lahir Umar Musyaffa' selalu ada di dekapan ummah, kini semuanya berbeda. Biasanya ia tak bisa jauh dari ummah karena harus menyusu, kita tak lagi. Dulu mungkin Umar tak bisa tidur jika tidak dengan dekapan ummah, sekarang tak lagi, nak. Kau bisa tidur sendiri tanpa perlu menyusu ataupun 'dikeloni'. Semua tak lagi sama, karena kamu telah disapih. Masya Allah Tabarakallah. Ummah sangat bersyukur Allah memudahkan semua proses ini. Oleh karenanya, dalam rangka syukur padaNya, ummah ingin membagi sekelumit kisah yang semoga bermanfaat bagi bunda lainnya. Baca juga: Perjuangan Promil Sadari Betul: Semua Ini Adalah Ibadah, Menyusu dan Menyapih adalah Ibadah Allah ingin memberikan hikmah pada kita, bahwa kita akan berpisah. Mau tidak mau, siap atau tidak, kita akan berpisah dengan orang yang kita cinta. Karena tidak ada yang abadi di dunia ini, semua akan sirna, semua akan berpisah. Yang bisa kita perjuang...
Published by
Nabila Cahya Haqi
Pandemi Covid 19 sudah hadir ditengah-tengah kita hampir dua tahun. Semenjak itulah para ibu menjadi agak khawatir dengan kondisi kesehatan si buah hati. Saya sebagai ibupun mengalami hal yang sama. Karena kekhawatiran inilah saya jarang membawa anak pergi keluar kota. Namun kemarin saya terpaksa harus mengajak buah hati keluar kota karena ada sebuah pelatihan yang sangat penting dan tidak bisa ditinggalkan. Anak tidak bisa dititipkan karena masih menyusui. Ia juga sangat senang diajak keluar kota, maka bismillah saya ajak keluar kota. Alhamdulillah sekarang dia masih bisa ceria saat tiba di Surabaya. Meskipun qadarullah masih ada masalah kesehatan yang harus diselesaikan. Sekarang saya ingin sharing tips mengajak bayi keluar kota agar tetap aman meskipun kondisi pandemi masih ada. 1. Hindari Kerumunan Seperti kita tau, bahwa protokol kesehatan selama Covid Pandemi adalah 3M (Memakai Masker, Mencuci Tangan dan Menghindari Kerumunan) Nah, pakai masker ...
Published by
Nabila Cahya Haqi
Sebenarnya sudah sangat lama ingin bercerita banyak tentang tentang kelahiran Umar. Begitulah jika sesuatu itu ditunda-tunda, tak juga terealisasi hingga sekarang dia sudah hampir berumur dua tahun. Waktu itu sedang hamil trimester ketiga, badan saya mulai membesar. Hampir semua anggota badan membengkak, tidak hanya kaki yang umum dialami ibu hamil. Kata dokter di rumah sakit, itu hal yang biasa. Hingga memasuki minggu ke 37 saya beralih rumah sakit dengan dokter kandungan yang dikenal 'pintar'. Mengapa dari awal tidak di dokter itu? Karena untuk bisa periksa ke dokter tersebut, kita harus mengambil nomor antrian sejak dari subuh! Waktu itu setelah subuh, saya ke dokter bersama suami. Karena merasa baik-baik saja, saya memilih untuk menunggu di rumah sakit saja. Hingga masuklah saya ke ruang dokter jam 9 an. Sebenarnya saya sudah sering ke dokter itu pada waktu promil, sehingga ia tau betul kondisi saya sebelum hamil dan sekarang saat hamil. Berubah drastis. Sebelum hamil bera...
Published by
Nabila Cahya Haqi
Apa yang sahabat rasakan saat melihat foto makanan cantik di story WA atau Instagram? Biasanya kita mendadak lapar dan ingin mencoba makanannya juga. Lalu bagaimana saat ada foto makanan kesukaan kita dengan gambar yang pas-pasan? Fotonya seadanya, ditambah cahayanya yang redup. Bisa jadi kita jadi tidak tertarik, padahal itu adalah makanan favorit kita. Inilah the power of photography. Kabar baiknya, kita semua bisa menghasilkan foto makanan yang cantik juga, meskipun bukan seorang fotografer. Bagaimana cara memulainya? Baca artikelnya ini sampai selesai, ya. Teknik Lighting yang Tepat Foto produk berupa makanan disebut juga dengan food photography. Tips pertama yang akan saya bagi adalah tentang pemahaman dasar pencahayaan. Pembahasan kali ini adalah hal yang cukup esensial dalam fotografi, yakni pencahayaan. Teknik yang kita gunakan dalam lighting sangat mempengaruhi bagus dan tidaknya hasil fotografi kita. Terdapat dua jenis lighting yang bisa gunakan: 1. Artificial Ligh...
Published by
Nabila Cahya Haqi
Kehidupan senantiasa berbeda setiap episodenya. Kehidupan sebelum menikah berbeda dengan setelah menikah. Sebelum punya anak juga berbeda setelah kehadiran sang anak. Berbeda lagi dengan bertambahnya anak. Tugas kita tinggal menjalankan peran sebaik-baiknya. Sebelum menikah, kehidupan terasa jauh dari urusan rumah tangga. Jarang dirumah, malas perawatan ataupun sekedar beberes. Tidak pernah menjamah pekerjaan rumah tangga, termasuk masak. Memasak adalah aktvitas yang paling tidak saya suka. Hingga akhirnya, sampailah pada momen menjadi istri. Semuanya berubah. Keadaan menuntut untuk lebih banyak melakukan pekerjaan rumah tangga. Saya kelabakan dan belum bisa berdamai dengen segala drama rumah tangga. Saya belum terbiasa dengan segala pekerjaan rumah tangga, rumah terlihat selalu berantakan, jarang masak di rumah, bahkan tidak ada waktu untuk hanya sekedar menyeterika baju. Alhasil, banyak kondisi yang hadir menyentil telinga saya. Hal yang paling menyakitkan adalah sa...
Published by
Nabila Cahya Haqi
Beberapa bulan terakhir saya menekuni ilmu yang sangat baru buat saya, yakni fotografi. Ternyata cukup seru mencoba memainkan berbagai angle dan cahaya hanya dengan smartphone. Ilmu ini saya dapatkan dari Kabin Foto dan Videografi Kampung Komunitas Ibu Profesional. Pekan ini mendapatkan kegiatan seru dimana yang menjadi pemateri adalah murid-muridnya sendiri. Salah satu yang paling berkesan menurut saya adalah materi tentang "Membuat Freezing Photography Ala-Ala dengan Smartphone". Ini adalah salah satu contoh freezing atau splash photography yang saya ambil dari Pixabay. Credit: Pixabay Saya tertarik mencoba ini saat disuguhkan karya seperti ini di awal kelas. Ternyata setelah mencoba berkali-kali, masih belum juga berhasil. Padahal sudah menurunkan Shutter speed, take foto di tempat dengan cahaya yang sangat melimpah. Alhamdulillah Mbak Faurista, salah satu peserta membocorkan triknya, tanpa perlu ada Shutter Speed. Cara sederhananya adalah dengan menggunakan video s...