Siang itu ibu-ibu cantik berhijab berkumpul di hotel One East by Sheraton. Ibu-ibu berkumpul untuk menghadiri media dan blogger gathering dalam rangka launching Maxi-Peel, sebuah produk skin care istimewa yang berasal dari Philipina. Hari ini adalah hari yang ditunggu-tunggu, sebab kami akan mendapatkan ilmu seputar kesehatan kulit dari dua pembicara. Pembicara pertama adalah Brand Manager Personal Care Maxi-Peel yang datang langsung dari Philipina! Yakni Charmaine E. Suasana Media and Blogger Gathering Sedangkan pembicara kedua adalah seorang dokter pakar kecantikan, dr. Inneke Jane Hidajat, MD, MSc, Dermatovenereologist. Setelah launching produk selesai, saatnya pengenalan produk Maxi-Peel yang disampaikan oleh Mrs. Charmaine dalam Bahasa Inggris. Mrs. Charmaine menyatakan bahwa “Maxi-Peel Micro-Exfoliant Fluid” adalah produk unggulan dari Splash Corporation. Produk Maxi-Peel Micro-Exfoliant Fluid juga mengandung Skin Renewal Micro-...
Posts
Published by
Nabila Cahya Haqi
"Kamu kok tambah gemuk?" "Tambah gemuk ya sekarang!" "Keliatan lho pipinya tambah chubby!" Begitulah komentar orang-orang yang berseliweran setelah saya menikah. Saya masih nyaman dan bahagia, karena itu berarti suami sukses membahagiakan istrinya. Namun suatu hari, saya shock ketika timbangan menunjukkan hampir di angka 60! Padahal tinggi badan hanya 160 cm. Barulah tersadar, bahwa saya harus mulai diet! Saatnya pasang tali di kepala! Ciat! Saatnya bersiap melawan karbohidrat dan gula berlebih. Perjuangan Dimulai Orang yang paling semangat mendorong untuk diet adalah suami. Beliau yang membuat list ikhtiar yang harus dilakukan. Pertama untuk mengurangi karbo, suami membelikan nasi merah. Rasanya? Jangan tanya, nafsu makan seketika hilang melihat jenis satu ini. Suami juga meminta agar minum jeruk nipis dan teh hijau setiap hari. Ditambah dengan olahraga lari-lari kecil di rumah. Beberapa Bulan Kemudian "Bu, sampean (baca: ...
Published by
Nabila Cahya Haqi
"However, all the children are only the children. What's the error and terrrible they made, they only the children. We could not blame them" Suatu siang, kalimat dari beberapa murid lelaki membuat terhenyak, "Ustadzah Nabila lho ngamuk-ngamuk, seneng-ane !" Seketika berekcamuklah segala perasaan di dada. Antara sedih, kecewa, dan marah pada sendiri. Apakah selama ini kehadiranku tak mendapat tempat di hati mereka? Di sisi yang lain, hati ini mengatakan, biarkanlah apa yang mereka pikirkan tentang ibu mereka di sekolah ini. Toh, mereka hanya sebagian kecil. Tapi, jauh di lesung terdalam hati kecil ini, saya menyesal, belum menjadi guru yang baik. Penyesalan selalu di Akhir Itulah mengapa, Allah menurunkan Al-Qur'an, mengutus Rasulullah, dan menghadirkan Rasulullah di tengah-tengah kita. Agar kita tak menyesal karena mengabaikan amanah. Allah mengamanahkan banyak hal pada kita. Dia mengamanahkan kit...
Published by
Nabila Cahya Haqi
Perjalanan keluar negeri bermula dari cinta. Allah yang mempertemukan, Allah pula yang mengikatkan cintanya. Ada banyak nama yang Allah ikatan cinta itu. Ada nama suami, nama umi-abi, nama keluarga, juga nama sahabat-sahabat yang Allah sebar di berbagai belahan bumi. Salah satu nama sahabat itu berada nun jauh disana adalah Sister Sandy, warga Malaysia yang sudah seperti kakak saya. Pertemuan kami di Malaysia cukup sederhana. Bertemu di salah satu grup yang dibuat oleh blogger sekaligus vlogger. Malaysia: Butuh perjuangan untuk sampai kesini Dari sinilah saya belajar berbagai hal menarik di Malaysia. Tempat yang meski baru sekali saya datangi, ternyata sudah cukup untuk membuat saya merindukan tempat ini. Rasanya ingin kembali lagi dan lagi. Ada banyak hal yang membuat Malaysia layak dikunjungi, beberapa alasannya adalah sebagai berikut. 1. Budaya masyarakat gotong royong Malaysia memang masih satu rumpun dengan Indonesia, sama-sama maroyit...
Published by
Nabila Cahya Haqi
Banyak orang mengira, menjadi muslimah apalagi berhijab syar'i akan menghalangi banyak aktivitas termasuk aktivitas keluar negeri yang penduduknya mayoritas non muslim. Dicap teroris, di bully, stug di imigrasi, di deportasi, dan hal lain yang mengerikan. "Gimana cara mengahapi nyinyiran dan tatapan sinis ke kita yang berhijab lebar ini? "Kalo di tanyakan macem-macem pas melewati imigrasi, dan gak bisa jawab karena pakai Bahasa Inggris gimana?" "Terus kalo kesasar, gimana mereka mau nolongin gak ya?" "Ribet gak sih? Pakai gamis longgar, jilbab lebar keluar negeri?" Jawabnya tidak! Sebagai seorang Muslimah yang ingin taat, saya selalu berusaha mengenakan pakaian syar'i dimanapun. Gamis longgar dan jilbab panjang, kadang-kadang pakai serba gelap dan hitam. Nyatanya semua teror mengerikan bagi seorang Muslimah tidak saya alami, bahkan semua orang ramah dan welcome dengan kehadiran saya. Friendly Family...
Published by
Nabila Cahya Haqi
Terlalu banyak aliran rasa yang ingin dibagi. Tentang judul satu ini, cara untuk bisa keluar negeri. Banyak cerita yang berlarian di otak, sehingga bingung harus memulainya. Baiklah, akan saya awali dengan aliran rasa bahagia yang saya rasakan beberapa hari ini. Selain sebagai penulis amatir di blog ini, kegiatan saya lainnya adalah memimpin tim untuk membangun iCan Course, sebuah kursus online Bahasa Inggris yang murid dan pengajarnya di berbagai wilayah di Indonesia dan sebagian kecil di luar negeri. Hari-hari saya tidak lepas dari mengajar, mulai mengajar anak-anak hingga dewasa, baik online maupun tatap muka. Seringkali saya memotivasi murid-murid untuk go international atau minimal menggunakan ilmu Bahasa Inggrisnya untuk berteman dengan teman di luar negeri. Sebelum berpesan, kami (tim iCan Course) memang sudah memulainya, yakni dengan mendatangkan pengajar dan murid dari luar negeri di iCan Course. Namun, baru kemarin saya menemukan aliran rasa bahagia menginja...
Published by
Nabila Cahya Haqi
Sebuah perjalanan bukan hanya tentang seberapa jauh kita berpijak. Juga bukan tentang seberapa keren potret foto perjalanan di sosial media. Perjalanan adalah tentang berbagai hal baru dalam hidup. Tempat baru, pengalaman baru, serta orang-orang yang baru yang menawarkan persahabatan. Kebiasaan bepergian sejak kecil membuat saya selalu merasa bahagia dengan aktivitas traveling. Perjalanan traveling satu tempat ke tempat baru menjadi satu kisah unik yang tertuang dalam memory ingatan. Selalu ada aroma bahagia, menantang, dan juga sedih. Apalagi jika menyoal tentang kesehatan. Sebuah perjalanan yang seharusnya membahagiakan menjadi momen yang menyedihkan. Saat berkunjung ke Malang tahun lalu, misalnya. Perjalanan ke Rumah Kayu dan Paralayang berubah menjadi sangat tidak nyaman karena nyeri dan anyang-anyangan yang melanda sepanjang perjalanan. Saya harus berkali-kali masuk di toilet umum dan menahan rasa tidak nyaman di area khusus para perempuan itu. Sakit buang ai...
Published by
Nabila Cahya Haqi
Assalamu'alaikum warahmatullah. Langsung saja masuk ya, anggap rumah sendiri! (Loh?) Insya Allah dalam waktu dekat kami akan melakukan traveling ke Malaysia dan Singapore. Kami membuka kesempatan bagi teman-teman yang ingin produknya diajak jalan-jalan ke luar negeri. Kami akan membawa produk dan memfotonya di salah satu ikon dua negara tersebut. Misalnya: Patung Merlion (air mancur singa), Twin Tower Malaysia, Menara Petronas Malaysia, atau di depan salah satu bangunan di Colmar Tropicale. Teman-teman bisa membaca contoh review atau sponsored post yang pernap saya tulis disini Contoh ilustrasi foto yang akan kami berikan adalah sebagai berikut: Adapun ketentuannya adalah sebagai berikut. 1. Memberikan fee sebesar 35 0.000 dan sampel produk yang akan difoto (hanya satu) sebelum 23 Maret 2018 2. Barang yang dikirim bukan berupa makanan yang mudah basi. Harus halal 100%. Kami sangat mengutamakan produk milik M...
Published by
Nabila Cahya Haqi
Sumber gambar: Official Instagram HokBen Berkumpul bersama keluarga dan teman adalah hal yang menyenangkan. Bahkan sudah menjadi suatu kebutuhan, tentu saja karena kita dicipta Allah sebagai makhluk sosial. Sedangkan bagi kita, seorang Muslim, berkumpul dengan keluarga atau teman adalah sarana untuk menjalin silaturahim, mengikatkan kembali simpul-simpul ukhuwah dan persaudaraan. Banyak tempat yang bisa dipilih, salah satunya adalah tempat makan. Restauran atau rumah makan adalah salah satu sarana yang tempat bersua dan menjalin persahabatan baru. Sayangnya jarang sekali restauran yang telah bersertifikat halal. Kamis, 1 Maret 2018 kemarin, saya mendapat kesempatan menjalin dilaturahim bersama teman-teman blogger di restoran bersertifikat halal MUI, mana lagi kalau bukan HokBen. Alhamdulillah, rumah makan yang telah punya banyak cabang di seluruh Indonesia ini telah bersertifikat halal. Sertifikat halal MUI "Kebahagiaan kami bertambah dengan diterbuditerbi s...