Skip to main content

Posts

3 Tips Membuat Masakan ala Resto dengan Sambal dan Kerupuk Finna, Mau?

Sumber: official instragram @finnafood_id Adalah sebuah kebahagiaan saat saya terpilih menjadi peserta lomba foodies cooking competition. Para food blogger, food stylish, dan owner berbagai resto di Surabaya unjuk kebolehan memasak kemarin, Ahad, 21 Januari 2018. Meski saya bukanlah siapa-siapa, tapi bisa berdiri di tengah para expert adalah pencapaian yang sangat saya syukuri. Alhamdulillah 'ala hadzihii  ni'mah . Dari lomba ini saya memperoleh banyak ilmu, salah satunya adalah tips membuat masakan ala resto dari Chef Master. Lomba ini cukup bergengsi sebab dinilai langsung oleh Chef Ken, bintang dapur terkenal yang lahir dari reality show Masterchef-Indonesia 2012. Jika sering bercengkrama dengan keluarga di depan TV, pasti tak asing dengan sosok satu ini. Berbekal pengalaman plating makanan dan mengabadikannya menjadi karya food photography, saya ikut acara ini. Semua hasil photography peserta 100% 'berwajah' masakan resto. Tak ada menu yang dibuat s...

Wisata Keren Modal 2 Ribu, Kampung Warna Malang

Setuju kan, kalo kota Malang tidak ada habisnya untuk dieksplorasi. Meski seminggu jalan-jalan disanapun, rasanya masih ada tempat wisata yang belum dikunjungi. Kali ini tema travelling kami adalah.... Jeng jeng... Wisata hemat modal dua ribu rupiah! Awalnya tempat ini adalah perkampungan kumuh dan sempit di Malang. Alhamdulillah atas inisiatif mahasiswa UNMUH Malang bekerja sama dengan pemerintah, tempat ini berubah menjadi tempat wisata yang  keren.  Bahkan tempat ini jadi tujuan wisatawan mancanegara lho. Buktinya saya melihat beberapa bule berseliweran disana.  Pertama masuk saya disambut ibu ramah penjaga pintu masuk. Kami membayar tiket masuk sebesar 2000 rupiah. Kerennya tiket ini tidak jadi sampah yang dibuang setelah tak dipakai. Kenapa? Karena tiketnya berbentuk stiker keren yang bisa dijadikan kenang-kenangan.  First impression: so coooool!! Layaknya perkampungan sempit di Surabaya, berada di tempat ini juga harus mel...

iCan Course, Satu diantara 37+ Kisah Couplepreneur

Ada rasa yang seketika tercekat setelah membaca kalimat demi kalimat dalam buku ini. iCan Course menjadi satu diantara 37+ couplepreneur, berada di deretan pasangan pebisnis sukses lainnya. Perjuangan di jalan Allah memang tiada sedikitpun yang sia-sia. Meski menjalankan sociopreneur sungguh tidaklah mudah. Harus berani berkorban banyak hal. Harus siap rugi material.  iCan Course adalah perpaduan antara ilmu, dakwah dan perjuangan. Rasa yang tak bisa diungkap hanya dengan tulisan. Planningnya selama dua tahun sudah merambah dunia internasional. Kita akan membuat bisnis yang memungkinkan tiap orang Indonesia, khususnya para pemuda, melek Bahasa Inggris, hanya dengan gadget mereka. Itulah salah satu cuplikan kisah iCan Course dalam buku Couplepreneur. Kisah yang akan terus membuat saya bangkit saat akan menyerah. Sebab entah berapa puluh kali saya menyatakan pada suami untuk dihentikan saja kursus online Bahasa Inggris ini. iCan Course  adalah lem...

Bunda Sinta dan Perempuan Palestina

Bunda Sinta Yudisia, begitu kami para aktivis kampus memanggil Beliau. Beliau sering hadir  di forum-forum keilmuan kami. Selalu bersedia jika diminta untuk sharing ilmu dan menjadi pembicara. Tidak pernah meminta bayaran atas ilmu yang beliau sampaikan, apalagi memasang tarif. Padahal beliau telah diundang di berbagai forum di luar negeri. Tak sebanding dengan forum-forum yang kami adakan. Itulah sebabnya kami menyayangi Bunda, seperti ibu kami sendiri. Satu kalimat yang pernah menohok kami dan kawan-kawan mahasiswa bahasa lainnya. "Anak FIB sudah seharusnya menulis buku." Tidak hanya itu, kami pernah beberapa kali mengantar beliau ke rumah. Kami ingat, betapa tawadhunya beliau, bersedia diantar hanya dengan sepeda motor. Padahal kami selalu horor saat membonceng siapapun. Maafkan kami Bunda. Setiap berkunjung ke rumah Bunda, kami belajar bagaimana keluarga Bunda Sinta, dan anak-anak Bunda yang sholih dan taat pada orang tua.. Salah satunya, "Nak, ...

Belajar jadi Hero dari Ibu

Siang itu saya pulang ke rumah kedua (rumah bapak dan ibu). Sama seperti hari-hari lain saat saya pulang, pemandangan pertama yang saya lihat adalah ibu yang sedang menemani tamu. Tiap pagi dan malam tamu selalu berdatangan dan ibu menyambutnya dengan ramah dan sabar. Ibu, sosok yang kehadirannya dibutuhkan banyak orang.                                Ibu  adalah sebutan untuk nenek saya. Disebut begitu biar awet muda, katanya. Sementara saya memanggil umi pada ibu kandung saya. Sejak muda beliau sangat senang membantu orang lain. Salah satunya adalah 'hobi' menjodohkan para jomblo. Ya, ini bukanlah hal sepele, karena menjodohkan adalah salah satu perintah dalam Al-Qur’an: Dan nikahkanlah orang-orang yang sendirian di antara kamu , dan orang-orang yang layak (menikah) dari hamba sahayamu yang lelaki dan hamba-hamba sahayamu yang perempuan. Jika mereka miskin Allah akan m...

Escaped to Eco Green Park Malang

Menurut Ibu Septi Peni, dalam Kulwap IIP yang diadakan pada hari ini, Selasa, 5 Desember 2018, komunikasi adalah sarana pendidikan bagi anggota keluarga. Ia berperan penting untuk menentukan apakah sebuah keluarga menjadi sakinah mawadah warahmah atau tidak. Salah satu cara untuk menjalin komunikasi adalah dengan meluangkan waktu khusus 2-3 hari keluar dari zona kehidupan sehari-hari. Yup, istilah kerennya quality time bersama keluarga. Saya merasakan sendiri betapa pentingnya quality time dengan keluar dari zona kehidupan sehari-hari. Selain terjalinnya kedekatan dengan keluarga, juga menambah refresh pikiran. Sehingga kita jadi lebih bersemangat saat kembali menjalani kehidupan sehari-hari. Escaped to Eco Green Park Malang Dalam rangka keluar dari zona kehidupan sehari-hari, selain tafakur alam, long weekend kali ini saya dan suami mengunjungi Eco Green Park di Malang. Ini kali kedua kami kesana. Pertama bersama teman-teman kantor suami, kedua kali ini bersama keluarga...

4 Hal yang Baru Saya Ketahui tentang Chicking

Di sebuah malam saat saya dan suami dengan liburan ke Plaza Surabaya. Sebuah banner besar menarik perhatian saya.  Baliho besar di lantai satu itu mengumumkan bahwa akan segera dibuka tempat makan bernuansa Arab bernama "Chicking". Wah, sepertinya asik makan disini, pikir saya. Alhamdulillah beberapa hari kemudian, tepat hari Selasa, 14 November yang lalu Allah menghadiahi saya makan di tempat istimewa ini, tempatnya segala makanan khas Arab. Senang? Pasti.  Chicking: Resto Spesialis Masakan Arab Saya tinggal di dekat kawasan Arab di Surabaya, yakni di kawasan Ampel (jalan Mas Mansyur dan Nyamplungan). So, sudah ‘ wareg ’ berbagai makanan arab. Mulai makanan favorit yakni kebab (dan kawan-kawan) hingga gule. Bahkan tetangga saya bekerja di tempat penjualan gule khas arab. Terkadang beliau membawakan keluarga kami sepanci besar gule. Jadi lidah ini tak bisa lepas dari makanan-makanan Arab, hehe. Dan... setelah disuguhi menu-menu istimewa Chiching, inst...

Saat Mimpimu Hancur, Ingat 3 Hal Ini!

Saya sudah putus asa, waktu itu. Sebuah mimpi hancur berkeping-keping. Mimpi yang saya bangun sejak SMA hancur dan sempat akan saya kubur hidup-hidup. Mimpi itu sederhana, keluar negeri. Awalnya mimpi saya membumbung tinggi. Dengan semangat menggebu saya bermimpi bisa kuliah di Al-Azhar Kairo. Mulai menghafal Al-Qur'an, belajar Bahasa Arab dan ilmu-ilmu agama lainnya. Kelak saya menyesal, sebab semua usaha yang saya lakukan hanya untuk dunia. Mungkin waktu itu saya bermimpi gegara nge-fans novel-novel Kang Abik, hehe. Tak ayal jika mimpi ini terhempas angin begitu saja. Sebab keadaan orang tua yang kurang mampu mengharuskan saya kuliah gratis di sekolah negeri, mulai SD hingga SMA.  Saat diterima di UNAIR, saya rajut lagi mimpi itu. Meski mimpi kuliah di Al-Azhar diturunkan menjadi, "yang penting keluar negeri", entah beasiswa short course atau sekedar jalan-jalan. Tapi kisah seakan berakhir tragis, mimpi itu seakan mustahil, sebab hingga hari kelulusan ku...