Skip to main content

Posts

Pendidikan Seksual Anak dalam Islam

Setiap manusia Allah anugrahi fitrah berupa dorongan biologis. Sebab dengan inilah kehidupan manusia terus lestari. Allah yang menciptakan, Allah juga yang telah memberi petunjuk agar manusia menyalurkan dorongan ini dalam jalan yang benar, yaitu lewat pernikahan. Seorang anak juga akan memasuki masa dimana ia akan merasakan dorongan ini. Masa itu disebut dengan taklif, dimana seorang anak telah diberikan beban tanggung jawab atas segala perbuatannya. Allah telah memberikan beberapa aturan agar dorongan biologis ini terhindar dari segala penyimpangan moral, sex diluar nikah, nikah sejenis, pedofil, dan segala kengeriannya. Beberapa di antaranya adalah sebagai berikut. 1. Menyuruh Anak Minta Izin Sebelum Masuk Kamar Orang Tua  Pendidikan pertama adalah saat usia mereka belum baligh, yaitu kita harus. embiasakan anak untuk meminta izin dahulu sebelum untuk masuk ke kamar orang tua. Adapun waktunya adalah menjelang sholat subuh, menjelang waktu zuhur dan setelah isya. ...

Review Hotel Horison Arcadia Surabaya

Tiap orang punya cara sendiri untuk mengisi kemerdekaan. Tahun ini, alhamdulillah saya mendapat rezeki untuk bisa staycation di salah satu hotel bintang 4 di Surabaya, Horison Arcadia Hotel.  Stay vacation saat ini memang jadi tren masyarakat perkotaan. Saat traveling keluar kota tidak memungkinkan, tapi raga sudah butuh piknik. Maka, stay vacation atau disingkat jadi staycation adalah pilihan yang tepat.  Harga hotel ini ada di kisaran 350k sampai 600k. Tapi alhamdulillah suami dapat harga promo yang murah meriah.  Saya sudah tidak sabar menunggu hari ini. Karena sehari-hari saya hanya di rumah, jarang sekali keluar rumah.  Jarak dari rumah hanya sekitar 30 menit dengan kendaraan bermotor. Sampai disana, disambut satpam yang ramah.  Nilai plus dari hotel ini adalah spot-spot yang instagramable di lobi. Jadi, selain menginap, kita juga bisa berfoto-foto.  Halo, ada orang disana?  Istriku, kuy jalan naik mobil unik ini...

Pengaruh Media Digital pada Fitrah Seksualitas Anak

Alhamdulillah ini adalah hari ke-7 belajar dari diskusi kelompok Kelas Bunda Sayang. Jika kemarin-kemarin saya menulis asal-asalan di media sosial, hari ini saya #niat, jadi saya nulis di blog. Hari ini spesial karena kelompok saya yang akan mempresentasikan hasil diskusi. Kelompok saya mendapat tema: Pengaruh Media Digital pada Fitrah Seksualitas Anak. Sedang tugas saya adalah membuatkan slide power point.   Media digital yang dalam hal ini sering diwakilkan oleh gadget atau gawai. Gawai ini memang tidak bisa lepas dari kehidupan kita dan keluarga, termasuk juga anak-anak. Dampak Negatif Media Digital: Less Activity  Saat melihat anak-anak yang mulai kecanduan gawai, kita semua hanya bisa sedih. Apalagi sering kita lihat di sosmed orang tua membohongi anaknya dengan mendandani mata anaknya noda hitam saat tidur. Bagaimana para orang tua tidak geram, mulai bangun tidur hingga akan berangkat sekolah, pekerjaan anak-anak hanya bermain dengan gadgetnya. Kemudian ...

Mengenalkan Anak tentang Perbedaan Gender

Akhir-akhir ini dunia memang digoncang dengan krisis gender. Mulai banyak laki-laki berubah jadi perempuan, lalu jadi tren. Mereka mendapat panggung istimewa. Jika dulu mungkin kita hanya bisa lihat mereka di jalanan, kini mereka tampil di sosial media. Tiap hari kita tonton. Bahkan jadi viral. Belum lagi lesbian, gay, dan turunannya. Membuat para orang tua ngeri. Konsep gender menjadi kabur. Perbedaan peran antara laki-laki dan perempuan jadi abstrak. Sebelumnya, perlu saya jelaskan dulu. Apa bedanya dengan jelas kelamin? Jenis kelamin hanya mengacu pada hal biologis. Sedangkan gender mengacu pada perbedaan sifat, peran dan tanggung jawab. Mengapa harus Mengenalkan Konsep Gender?  Memahamkan gender pada anak harus dilakukan sejak dini. Sebab pemahaman di masa golden age inilah, memory akan tertanam kuat. Pemahaman ini kemudian berpengaruh pada perilakunya kelak. Ya, orang tualah yang berperan untuk memahamkan perbedaan konsep gender ini. Bagaimana Caranya? ...

Menjadi Keluarga Bervisi Surga

Saat dikelilingi banyak anak-anak, saya sering berfikir mengapakah banyak kerusakan yang menimpa hampir semua anak di zaman ini. Padahal kata orang kalau, kalau sedang hamil itu kita tidak boleh 'mbatin', dalam istilah jawa. Tapi bagaimana mungkin kita tidak prihatin jika memang banyak fitnah menimpa anak-anak di akhir zaman ini. Tidak hanya orang dewasa yang jadi sasaran, melainkan juga anak-anak yang masih diibaratkan seperti kertas putih. Saya ingin sekali tidak hanya sekedar membatin atau miris dengan kondisi anak-anak. Tapi tentu saja saya harus mengubah rasa miris ini menjadi suatu solusi atau action. Sebuah langkah yang meskipun kecil, bisa berpengaruh pada kebaikan anak-anak. Keprihatinan pertama adalah kondisi dimana hampir semua anak-anak disibukkan dengan gadget masing-masing. Mulai bangun tidur hingga menjelang akan tidur malam. Mereka asyik dengan gadget masing-masing. Mereka tak lagi mengenal yang namanya permainan tradisional seperti zama...

Bed Rest Bahagia dengan Insto Dry Eyes

Banyak karuniaNya yang sering luput untuk kita syukuri Terlalu sering kita mengeluh Atas semua kondisi yang terjadi Padahal kita punya mata yang sehat, Tubuh yang sempurna, dan akal yang jernih Tiap orang diuji dengan cobaan yang berbeda. Selama masih hidup di dunia, kita tidak pernah lepas dari ujian. Ujian ada sebagai pertanda bahwa Allah sayang pada hambaNya.  Ada yang diuji dengan kekurangan harta, konflik dengan orang lain, hingga jodoh yang tak kunjung hadir. Sedangkan saya merindukan hadirnya buah hati. Seperti pasangan yang sama-sama sedang berjuang, ujian ini cukup menguras banyak hal, mulai emosi, pikiran, hingga uang. Tapi begitulah indahnya kehidupan, tanpa air mata kita tak pernah merasakan arti bahagia. Dan akhirnya saya merasakan bahagia itu. Ia hadir saat muncul dua garis di strip tes kehamilan. Alhamdulillah, akhirnya Allah menjawab doa yang selama ini saya panjatkan. Waktu empat tahun adalah masa yang panjang bagi saya. Semua perjuangan untuk bisa ham...

Kisah Khalifah Umar yang tidak Mengenali Cucunya

People say love at the first sight But I love you before I can see you Quote ini memang benar saya rasakan. Kebahagiaan ini telah saya rasakan setelah bertahun-tahun merindukannya. Apalagi setelah bisa merasakan tendangannya. Sungguh bahagia sekali. Seperti pagi tadi saat si suami membacakan sebuah kisah untuk saya dan si dedek. Dia menunjukkan rasa senangnya dengan menendang lembut perut saya. Hari ini memang spesial karena stimulus untuk si dedek diberikan langsung oleh abinya. Abi membacakan kisah tentang sahabat Umar bin Khattab ra. saat  menjabat sebagai khalifah. Ia melihat di depannya ada seorang anak perempuan kecil dalam keadaan memelas. "Kasihan sekali. Anak siapa ini?"  tanya khalifah Umar pada anaknya, Ibnu Umar. Yang ditanya menjawab, "Ini anak saya, cucu Anda sendiri." "Habis Bapak tidak mau memberi apa yang Bapak miliki." "Kalau saya tidak mau memberi, apakah kamu tidak bisa seperti orang l...

Kisah Ditya yang tidak Disiplin (Stimulus Janin dengan Kisah #7)

Hari ini dedek janin di perut mendapat cerita tentang seorang anak yang bernama Ditya. Seorang anak kelas dua SD yang sering membuat ibunya pusing karena ia tidak mau membereskan barang-barangnya. Seperti sore itu, saat asyik bermain tiba-tiba temannya datang memanggil. Ia yakin tidak akan diizinkan ibunya bermain karena belum mandi. Maka ia segera bergegas ke kamar mandi dengan pakaian yang ditaruh sembarangan di depan kamar mandi. Akhirnya ruang dapur berceceran dengan baju kotor Ditya. Ibu telah mengingatkan Ditya berkali-kali agar mau tertib. Tapi tetap saja, seusai pulang sekolah, seragam sekolah dilepas sembarangan, tas, kaus kaki dan sepatupun begitu pula. Tidak heran jika tiap kali berangkat sekolah ia selalu kebingungan mencari barang-barangnya. Saat malam hari, ibu mengutarakan kekecewaannya pada perilaku Ditya tersebut.  Dengan bahasa halus dan bersahabat Ditya mulai paham bahwa perilakunya itu membuat beban ibu semakin banyak. Padahal j...

Mengajak Dedek Sholat Gerhana

Hari ini spesial sekali, karena si dedek tak hanya mendengar stimulus dari saya ibunya saja, tapi juga dari tausyiyah saat saya mengikuti sholat gerhana bulan.  Pagi-pagi sebelum subuh saya dan suami bergeges menuju masjid untuk melaksanakan sholat gerhana bulan. Setelah sholat, ustadz Sholeh mulai memberikan tausyiyah. Tentu saja saya bahagia karena hari ini adalah hari produktif dimana saya bisa mengajak dedek dalam memulai hari dengan amal sholih. Sang Ustadz menceritakan peristiwa gerhana yang ada di zaman Rasulullah. Waktu itu Nabi Muhammad sedang berduka dengan meninggalnya putra beliau yang masih bayi, Ibrahim. Saat terjadi gerhana, siang hari berubah menjadi gelap. Para sahabat mulai banyak yang mengatakan bahwa langitpun ikut sedih dengan kematian putra Rasul. Rasulullah segera bergeges mengumpulkan para sahabat di masjid, seakan ada sesuatu yang penting untuk disampaikan pada para sahabat. Ada ketakutan yang terlihat dari wajah Rasulullah. ...

CINTA IBU YANG TAK DISADARI ANAK

Terkadang seorang ibu telah merasa bahwa segenap cinta telah ia berikan pada anaknya. Segalanya sudah ia korbankan untuknya. Tapi kenyataannya anak seolah tidak mengerti rasa cinta itu. Ia menjadi anak yang bandel dan susah diatur. Inilah permulaan kisah yang saya baca dengan keras sambil mengelus-elus perut. Hal inilah yang diceritakan ibu Ardi pada seorang psikolog. Ia merasa ia sudah mencurahkan segenap perhatian pada anaknya. Membelikan berbagai mainan dan mengajaknya jalan-jalan tiap weekend. Tapi Ardhi tidak merasakan cinta yang diberikan oleh sang ibu. Ternyata penyebab adalah sang ibu yang jarang memberikan pujian Ardhi. Tapi sedikit saja si anak berbuah kesalahan, ia langsung mencercanya. Baca:  Pentingnya Memberi Kepercayaan pada Anak #GrabYourImagination #Kuliah BunSay IIP #Level 10 #MembangunKarakterAnakMelalui Dongeng #Tantangan 10 hari

Pentingnya Memberi Kepercayaan pada Anak

Alhamdulillah, akhir-akhir ini si dedek semakin intens menendang-nendang perut. Harusnya saya jadi semakin semangat bacakan dia buku atau mengajaknya ngobrol. Hari ini saya membacakan salah satu penggalan kisah dari buku yang baru saya beli kemarin. Judulnya "Mendidik dengan Cinta" karya Irawati Istadi. Kisahnya tentang seorang anak yang luar biasa aktif, tidak bisa diam. Suatu hari ia diajak bertamu di rumah tetangganya. Seperti biasa, ia berbuat onar. Kursi ia jadikan mobil-mobilan. Dengan suara lantang ia meniru suara mirip mobil. "Brum.. brum.. brum.. Ngengggg" Si ibu sudah memperingatkan, tapi ia tetap cuek. Ia masih asyik bermain. Bruak! Hingga kursinya terjuatuh. Emosi sang ibu tidak tertahankan lagi. "Taruh kursinya! Dasar anak nakal! Gak bisa diberitahu!" Tetangganya yang melihat adegan antara ibu dan anak ini berusaha menengahi. "Enggak kok, adik nggak nakal ya... Adik kan anak sholih yang bertanggungjawab. Pasti na...