credit: andaluciaabrar.wordpress.com Keindahan dan keseruan moment Ramadhan dan lebaran sudah berakhir. Gundah gulana memikirkan aktivitas rumah yang membosankan. Pagi hari melakukan semua pekerjaan rumah, mulai nyapu, ngepel, nyuci baju, de el el, hingga suami pulang ke rumah. Begitu saja tiap harinya. Memirkan rutinitas yang membosankan itu terkadang bikin ngeri sendiri. Ah, rasanya pengen bisa keluar rumah, bekerja, terus bisa punya uang sendiri, beli ini itu tanpa perlu izin suami. Belum lagi melihat sosmed suami yang bikin ngiri. Foto ceria dengan teman-teman lelaki dan perempuannya. Makan-makan bareng. Duh, jadi membayangkan masa sebelum nikah. Rasanya pengen kuliah lagi, kumpul-kumpul sama temen-temen lagi. Menikmati hari yang berwarna. Andaikan boleh berkata andaikan, andaikan aku tidak kesepian seperti ini. DI RUMAH TAK BISA BAHAGIA? Bekerja di luar rumah bukanlah sebuah solusi (credit: satumedia.co) Bunda sholihah pernahkan terl...
Posts
Published by
Nabila Cahya Haqi
Perenungan di sisa kesempatan untuk menjejak Ramadhan Malam ini masjid terlihat sangat ramai. Jamaah dari berbagai wilayah di Surabaya bergantian datang. Ada yang menggunakan mobil, sepeda motor hingga jalan kaki. Adzan isya baru saja dimulai namun shaf ibu-ibu sudah mulai penuh. Di deretan shof paling akhir terlihat kursi-kursi berjejer, rupanya ibu-ibu lansia yang disediakan tempat disana. Terlalu indah pemandangan ini, seakan-akan kita melihat orang-orang yang kelak bertempat di surga Allah. Setelah sholat isya telah dilaksanakan, semua jamaah yang hadir mendengarkan ceramah. Tanpa ada satupun yang meluarkan kata-kata. Bahkan beberapa menitikkan air mata. Pemandangan syahdu ini belum selesai. Sesorang di speaker mengumumkan bahwa imam sholat tarawih hari ini adalah Syekh Barahmah dari Madinah. Tepat dengan nama masjid yang sangat makmur ini, Masjid Ar-Rahmah Teluk Buli Surabaya. DI UJUNG RAMADHAN Masih ada kesempatan sebelum Ramadhan benar-benar perg...
Published by
Nabila Cahya Haqi
6 Ramadhan 1438 H Langit mulai menghitam, sementara sosok yang gagah perkasa sedang terbaring dengan gelisah. Suara malam sayup-sayup terdengar, menandakan malam yang semakin pekat. Malam itu adalah malam yang paling mencekam bagi laki-laki berbadan kokoh ini. Sekumpulan laki-laki berkumpul di depan pintu. Siap dengan pedang terhunus untuk memenggal kepala pemilik rumah ini. Mengambil nyawa orang yang sedang tidur di ranjang, yakni Ali. Malam itu adalah malam yang paling menegangkan bagi Ali. Sepanjang malam ia gelisah. Namun kelak, ia mengetahui bahwa Allah menggantinya dengan seorang bidadari yang tinggal serumah, sekasur, untuk menjadi istrinya. Adalah Fathimah Az-Zahra, salah satu riwayat menyebut namanya berarti cahaya yang bersinar. Tak hanya menyinari suaminya, Ali bin Abi Thalib, melainkan juga menyinari seluruh penduduk negeri. Az-Zahra, sebuah gelar kehormatan untuk perempuan penghulu seluruh wanita. Kisah hidupnya menjadi kabar terindah dari langit. Kelahiran Fa...
Published by
Nabila Cahya Haqi
30 Mei 2017 / 4 Ramadhan 1438 H Wanita juga dikenai perintah untuk menundukkan pandangan, tidak hanya lelaki, dan Drakor adalah contoh fitnah yang harus dijauhi, khusunya oleh wanita. Dalam status di WA, muncul gambar lelaki pemain drakor, dengan caption, "tombo ngantuk". Rasanya ingin saya teriaki, "Ghadul bashor wooooi! Bulan puasa jaga pandangan dong!" Tapi saya tahan, tentu saja karena khawatir tersinggung. Bulan Ramadhan mungkin saja datang sekali ini saja. It could be our last Ramadhan. Sayangnya kita masih susah menjauhi maksiat. Mata ini masih belum terjaga dengan baik. Padahal Jibril mendoakan celaka bagi orang-orang yang ketika Ramadhan datang, ia tak berubah lebih baik. Padahal ada banyak amal yang pahalanya sangat dahsyat! Dijamin keindahakan Ramadhan akan kita rasakan. Apa saja itu? Ustadz Sholeh Drehem, ketua Ikadi Jatim merangkumkannya untuk kita. 1. Puasa Ramadhan Amalan terdahsyat pertama ditempati oleh puasa Ramadhan. Y...
Published by
Nabila Cahya Haqi
3 Ramadhan 1438 H Ceramah Ramadhan oleh Ust. Shaleh Drehem Lc., M.A. Bulan Ramadhan, saatnya kita bertanya. Apa amalan utama yang bisa kita lakukan untuk mengisinya? Terdapar beberapa amalan utama yang harus kita lakukan jika kita tak ingin Ramadhan kita sia-sia. Apa saja itu? 1. Puasa Inilah amalan utama kita di bulan Ramadhan. Karena amalan ini wajib, maka tidak perlu kita bahas panjang lebar. Sami'na wa atho'na. 2. Qiyamullail Rugi sekali jika kita melewati malam tanpa qiyamullail. Saat orang-orang berbondong-bondong ke masjid untuk sholat qiyamu Ramadhan atau sholat tarawih. Maka pastikan diri kita menjadi bagian dari mereka yang menyambut seruan mulia ini. 3. Interaksi dengan Al-Qur'an Ramadhan adalah bulan Al-Qur'an. Dimana Malaikat Jibril membawa 30 juz Al-Qur'an dan kemudian diturunkan berangsur-angsur. 4. Memperbanyak infaq dan shodaqoh Jika ada di rumah kita, ada uang senilai dengan emas 90 gr. 1 gr 500gr atau berarti 40 juta, ...
Published by
Nabila Cahya Haqi
Ahad, 28 Mei 2017/ 2 Ramadhan 1438 H "tak pernah sama sekali, ada kekata dan perilaku orang yang bisa menjadi penentu kemuliaan dan kehinaan kita dan tak seorangpun bisa menyakiti, tanpa kita mengizininya maka bercahayalah dalam gelora untuk meraih semua pahala" -Salim A. Fillah "Puasa udah datang lagi. Duh, belum siap. Masih pengen bisa sarapan!" Ungkap salah seorang yang mengeluhkan hadirnya Bulan Ramadhan yang bersamaan dengan perintah puasa. Panas yang terik, angin sepoi teras hangat. Badan pun menjadi lemas, tenggorokan tersiksa karena kekeringan. Mungkin itulah oleh sebagian diantara kita. Kita harus berjuangan melawan keinganan untuk mencicipi seteguk air. Hal ini sungguh berbeda dengan kondisi para sahabat ketika datang bulan puasa. Perintah puasa diturunkan oleh Allah tidak ujug-ujug. Titah ini datang melalui suatu proses panjang. Selama tiga belas tahun kaum Muslimin berjuang menghadapi tekanan, ancaman dan pemboikotan d...
Published by
Nabila Cahya Haqi
27 Mei 2017 / 1 Ramadhan 1438 H Hari pertama Ramadhan berasa nano-nano. Seneng iya, tapi juga ada asem dan pahitnya. Tanggal 24 Mei lalu, saya berduka. Karena dua tahun sudah menjadi istri, dan selama itu pula yang kami tunggu belum juga tiba, keturunan. Saya jadi sensitif saat ada teman-teman yang menikah justru setelah kami, secara beruntun hamil. Tiap ada candaan dan obrolan tentang kemahilan mereka, ada rasa takut yang terbersit. Allah.... Tahun kedua Saya terus percaya, penundaan ini bukanlah karena Allah tak sayang pada kami. Melainkan sebuah kesempatan untuk melatih kesabaran kami. Saya juga terus yakin akan janjiNya, bahwa siapa yang berdoa, pasti akan dikabulkan olehNya. Innaka sami'ud du'a'. "انك سمع ادعع " Tahun kedua ini, saya berbahagia. Karena ada orang-orang sholih yang berkenan mendoakan saya. Salah satunya adalah ustadzah tempat saya berguru, bahkan belia adalah seorang hafidz. Bukan disitu saja kegembiraan saja, me...
Published by
Nabila Cahya Haqi
22 Mei 2017 Menanti sesuatu atau seseorang terkadang melelahkan Ramadhan sebentar lagi menjelang, dan aku masih sendiri. Hidup sendiri, melalui malam sendiri hingga berganti pagi dan malam lagi, seterusnya. Sendiri memang bukan nada yang pas untuk diperdengarkan. Mungkin lebih tepatnya sepi. Sepi yang mengambil semua orang dari sekeliling. Sepi yang membuatku nyaris tak bernapas. Aku merindukannya. Kapankah ia datang? Sepi lagi-lagi menjawab, tidak ada siapapun yang akan datang. Menghabiskan waktu bertahun-tahun dalam kesendirian memang mengerikan. Jangankan membayangkan, mengeja kalimatnya saja membuatku takut. Ketakutan ini terus menerus menggelayut. Hingga aku tersadar, jiwaku sedang rapuh. Kesendirian pasti Berujung Aku sadar sepenuh hati, bahwa pada akhirnya aku juga akan sendiri. Menghadapnya sendiri dengan pertanggung jawaban seberat gunung, bahkan lebih berat lagi. Betapapun aku sedih. Akan lebih menyedihkan lagi memikirkan bangunan 2x1 me...
Published by
Nabila Cahya Haqi
'Happily ever after' , sebuah mantra ajaib yang selalu mengakhiri setiap dongeng putri dan pangeran di masa kita kecil dulu. Kita membayangkan menjadi putri cantik yang apa adanya, lalu seorang pangeran tampan datang menggamit tangan kita dalam pernikahan. Sayangnya, sejak kita dewasa, realita menyulap segalanya. Bahagia tidak pernah kekal selamanya dalam sebuah rumah tangga. Terkadang ada pemandangan yang indah, matahari yang terbit diiringi burung-burung yang bercicit. Namun adakalanya diselingi dengan pemandangan menyeramkan. Suara burung hantu atau malam yang mencekam tanpa cahaya. Meski demikian, percayalah, kata itu bisa kita raih. Bisa. Bahagia, selamanya? Ya, asal kalimat itu diedit menjadi sedikit lebih panjang, “Sang wanita sholihah menikah dengan lelaki sholih, mereka selalu bersyukur saat bahagia menyapa, dan bersabar ketika ujian menghampiri. Mereka berdua khusnul khatimah dan hidup bahagia selama-lamanya di surga Firdaus yang mulia.” Indah, bukan...
Published by
Nabila Cahya Haqi
“Kamu kenapa? Lagi pilek ya?” kata sang suami melihat hidung istrinya memerah sehabis sholat. “Sudah berapa kali aku menangis seperti ini, tapi kenapa ia tak juga paham kalau aku punya masalah. Dasar laki-laki, tidak pernah peka.” batin istri. Untuk kesekian kalinya, sang istri menangis lagi ketika berdzikir usai sholat. Masalahnya pun masih sama, mertua yang menguliti habis semua kebiasaannya. Mulai dari caranya cuci baju, memasak, hingga mengurusi rumah lantai dua milik mertua yang ditinggali mereka sejak setelah menikah. Semuanya salah. Hal itu terjadi berulang kali, sebelum sang istri belajar satu hal, komunikasi. Badai itu datang lagi, ia menangis lagi. Tapi kali ini berbeda, “Aku sedang sedih mas.” jawab istri dengan sesunggukan. “Kenapa?” kata sang suami sambil memeluk bidadarinya itu. Si istripun menceritakan semua keluh yang dialami bersama mertua di pundak sang suami. Setelahnya, sang suami menemui ibunya dan memintanya untuk menceritakan keluhannya ...
Published by
Nabila Cahya Haqi
Ujian Nasional telah didepan mata. Tepatnya 4 hari lagi menjelang Ujian Nasional tingkat SMA sederajat. Meski telah banyak dikritisi, UN masih tetap dilaksanakan sebagai ujian akhir jenjang sekolah. Jadi, bagimanapun kita harus tetap mempersiapkannya dengan matang. Bahasa Inggris tetap menjadi momok dari tahun ke tahun. Boro-boro bisa jawab, soalnya apa aja ndak ngerti, capek deh. Sehingga tidak heran, banyak yang memilih jalan pintas. Meski sadar jika cara ini salah, para siswa seakan terpaksa dan mau tidak mau memilih jalan curang ini. Sebagai seorang Muslim, Allah telah melarang kita berbuat curang. "Dan celakalah bagi orang-orang yang curang" Al-Muthoffifin: 1 Maka kita harus bisa menghapi UN ini dengan baik. Berikut cara cerdas agar kita bisa meraih nilai tinggi saat UN, sekaligus menempuh jalan yang mulia (baca: jujur). 1. Menghadapi Soal Listening Bahasa Inggris Tak dipungkiri jenis soal listening menjadi hal yang ditakuti. Bahkan banyak siswa yang...