Skip to main content

Posts

Review Mugu Training Bottle

Menemani anak belajar memang tidak mudah. Kita butuh kata ajaib untuk bisa melakukan dengan bahagia. Yakni sabar dan telaten. Berapapun banyaknya ilmu yang kita kumpulkan, tanpa dua kata itu semua akan sia-sia. Sama halnya dengan mengajarkan anak makan dan minum. Butuh kesabaran dan ketelaten ekstra. Meski sudah ikut kelas MPASI berjilid-jilid, menghabiskan banyak uang untuk ikut webinar, tetap saja akan gagal jika kita tidak siap untuk sabar. Persis seperti saat pertama kali mengajari Umar makan, dan minum. Banyak drama terjadi. Mulai hoek saat suapan pertama, tidak mau membuka mulut sama sekali, hingga rewel saat sudah bertemu makanan. Semua ilmu dan teori dari para dokter ambyaar. Rasanya ingin menyerah. Apalagi dia hanya doyan bubur instan. Tapi setelah dimotivasi keluarga untuk memasak sendiri, akupun terus belajar. Tips Mengenalkan Bayi Makan dan Minum  Hingga akhirnya alhamdulillah saya menemukan pattern yang tepat menyajikan MPASI. Apa saja itu? Berikut ...

Aliran Rasa Bunda Cekatan

Tidak terasa 6 bulan sudah ritme kehidupan berubah semenjak menjadi ibu. Selama itu pula saya digembleng dalam sebuah sekolah bernama "Bunda Cekatan". Saya telah dididik untuk berubah menjadi seorang ibu yang cekatan. Seorang ibu yang melewati fase dari telur, ulat, kepompong hingga menjadi kupu-kupu yang siap terbang menebarkan manfaat. Fase Telur 🍳  Pertama saya diajarkan untu k membuat peta kehidupan, dalam sebuah mind mapping yang berisikan tujuan dan rencana kehidupan. Fase Ulat 🐛  Tahap berikutnya saya menjadi ulat yang harus memakan sebanyak-banyaknya makanan. Mengambil makanan dari berbagai sumber yang sudah ditetapkan dalam fase ulat. Fase Kepompong  Saya harus berpuasa di tahap ini. Menjauhi segala hal yang tidak berfaedah. Menghilangkan kebiasaan buruk yang menghalangi diri untuk terbang. Fase Kupu-Kupu  Fase terakhir sebelum siap terbang adalah menjadi seorang mentor (pengajar) dan mentee (murid). Selama setengah tahun ini saya ...

Kriteria Apartement Ideal Versi Saya

Dulu saya mengira tinggal di apartemen itu hanya untuk orang-orang yang suka menyendiri, tidak membutuhkan banyak akses untuk sosialisasi. Tapi pandangan saya berubah setelah melihat postingan teman yang tinggal di apartemen. Ternyata tinggal di apartment juga tetap memungkinkan untuk bersosialisasi. Bangunan apartment kini paling ideal bagi kawasan perkotaan yang padat penduduk. Keren juga bila saat bangun tidur, kita bisa melihat pemandangan kota dari ketinggian. Apalagi setelah rajin mengikuti postingan mom selebgram Inspiratif Retno Hening yang tinggal di sebuah flat di Oman. Temannya banyak juga ternyata. Selain itu juga luas dengan banyak fasilitas mewah. Tentu jika satu kali ada pilihan untuk tinggal di apartemen, saya akan segera mengiyakan. Kenapa tidak? Setidaknya ada beberapa kriteria apartemen ideal yang layak kita pilih sebagai hunian atau investasi. Berikut ini 5 kriteria apartemen yang layak untuk dipilih. 1. Lokasinya Strategis  Point ini menjadi y...

Merayakan Kemajuan Mentor Mente

Akhirnya pembelajaran di kelas Bunda Cekatan berada pada ujung pertemuan. Tak terasa berbulan-bulan terlewati untuk mengasah diri menjadi mentor dan mentee. Ada hal yang perlu di evaluasi, ada pula yang perlu untuk disyukuri. Salah satunya adalah berbagai kemajuan yang ada selama kelas ini berlangsung. Berikut beberapa kemajuan yang diutarakan oleh dua mentee untuk saya, mentornya. Kemajuan Saya sebagai Mentor  Setelah diberikan list kemajuan saya oleh mente, saatnya saya memberikan apresiasi pada dua mentee yang telah berkenan membersamai saya dalam tahap kupu-kupu ini. Kemajuan untuk mentor dalam sudut pandang mentee Mbak Ainun: ✅Berupaya mengambil kesempatan yg dtg utk mengasah ilmu bloggingnya dg menjadi seorang mentor ✅Berupaya lebih baik dalam menyiapkan materi dari pekan ke pekan meski ada beberapa kendala ✅ Berkomitmen untuk mementoring mentee hingga selesai ✅ Berupaya berkomunikasi aktif dalam setiap pekan di setiap mentoring Kembali lagi, kemajuan ini...

Saat Mendapat Semangat Menulis dari Murid

Progress Mengajar  (Belajar Jadi Mentor) Kali ini saya akan menceritakan progress menjadi seorang mentor. Alhamdulillah, mendapatkan mente yang aktif ternyata menyenangkan sekali. Membuat saya yang jarang aktif ini selalu untuk terus berproses. Di kala saya mengalami rasa malas untuk ngeblog, mentee saya bertanya, "Mbak, bagaimana caranya agar semangat menulis?" Masa iya saya jawab, padahal saya sendiri sedang tidak bersemangat untuk ngeblog. Akhirnya saya mendorong diri saya sendiri untuk bisa bergerak dan menulis lagi. Akhirnya jadilah satu tulisan organik, "Memulai MPASI" Beberapa pekan kemarin memang saya mengalami kendala mengikuti perkuliahan karena hp saya yang rusak. Meski sudah pasrah. Entah bisa lanjut atau tidak. Mengingat mente yang menunggu-nunggu, membuat saya bangkit lagi. Saya berusaha gimanapun cara agar bisa tetap mengajar. Akhirnya saya pinjam hp suami dan mengadakan video call bareng dua mentee saya. Progress Belajar (Men...

Tips Memilih Kos-Kosan Idaman

Dulu saat menjadi mahasiswa, saya seringkali main ke kos-kosan teman saya. Ada kosan murah dengan fasilitas sederhana, ada pula kost dengan harga tinggi tentu dengan fasilitas yang mewah. Saya jadi teringat akan sebuah cita-cita saat SMA. Sejak sebelum kuliah, saya memang memiliki impian untuk merantau keluar kota dan tinggal jauh dari zona nyaman bersama keluarga. Qadarullah, takdir membawa saya untuk kuliah di UNAIR, kampus yang tidak jauh dari rumah. Jadilah impian itu hanya tinggal cita-cita. Setelah menikah, mimpi untuk bisa mandiri dan tinggal di kos atau kontrakan terbersit kembali. Namun sekali lagi, taqdir Allah membawa saya pada episode yang berbeda. Suami meminta untuk tinggal bersama kedua orang tuanya sampai ia bisa membeli rumah sendiri. Apakah mimpi ini harus saya kubur dalam-dalam? Tentu tidak. Saya ingin melukis impian yang jauh lebih tinggi. Yakni bisa memiliki properti yang digunakan untuk kos yang berkonsep Islami. Impian akan hanya sek...

Hal yang Perlu Diperhatikan saat MPASI

Alhamdulillah.. My lil boy growing very fast. Tidak terasa 6 bulan sudah menjadi seorang ibu yang membersamai seorang bayi bernama Umar Musyaffa Al-Ayyubi. Dan kini memasuki babak baru MPASI. Sebuah fase yang kata ibu-ibu sangat challenging. Ada masa dimana GTM, lepeh-lepeh, sembur-sembur. Entahlah, apakah memang semua anak mengalami ini? Pengalaman MPASI hari pertama Alhamdulillah percobaan pertama kali MPASI sedikit gagal. Si dedek hoek-hoek mau muntah. Karena pemasangan, setelahnya umma lalu bertanya pada emak-emak lain pada story WhatsApp dan Instagram. Berikut ini beberapa saran dari para bunda expert yang telah berpengalaman. 1. Menu untuk pengenalan sebaiknya pure alias satu menu terlebih dahulu Ya, awalnya memang bingung. Di satu sisi WHO dan ikatan dokter sudah tidak menganjurkan ini. Guru MPASInya emak-emak, dr Meta juga melarang. Tapi apalah daya, beberapa bayi seperti Umar belum bisa langsung menu lengkap 4 bintang. Sehingga umma harus mengajarinya untu...

Peralatan Wajib MPASI Pertama

Alhamdulillah kini baby Umar sudah hampir memasuki usia 6 bulan. Artinya tidak lama lagi, saya harus mempersiapkan berbagai keperluan MPASI bayi. Sejak baby Umar berusia 3 bulan, saya memang sudah mulai belajar berbagai hal tentang MPASI. Baik cara penyajian yang tepat, komposisi yang baik hingga peralatan MPASI pertama yang wajib ada. Nah, sharing kali ini saya akan membagi peralatan MPASI terbaik yang sebaiknya bunda siapkan sebelum si bayi akhirnya memasuki usia 6 bulan. 1. Panci Kukus Nah, peralatan perang pertama adalah alat untuk memasak MPASI itu sendiri. Bagi teman-teman yang memiliki uang lebih tidak ada salahnya untuk mencoba slow cooker atau baby food processor. Tapi karena sedang berhemat, saya memilih untuk membeli peralatan MPASI yang murah meriah dan long lasting, yakni bisa tetap dipakai meski sudah tidak lagi MPASI. Akhirnya pilihan jatuh pada panci presto 3 in one Happy Call. Panci yang bisa untuk kukus, presto dan kuah.  2...

Keuntungan Belajar Online lewat Video Call

Ramadhan adalah waktunya melangitkan doa-doa. Bulan penuh berkah, saat dimana Allah menghapuskan segala dosa-dosa.  Hari ini memasuki hari ke 22 Ramadhan. Artinya, inilah waktu prime time kita untuk menjadi the best version of us, menjadi orang yang bertaqwa.  Bicara tentang Ramadhan, ada beberapa target yang ingin saya capai selepas keluar dari bulan mulia ini. Pertama, tentu saja saya ingin menjadi seorang yang bertaqwa, sebagaimana kita tahu, bahwa inilah tujuan utama dari madrasah bulan Ramadhan. Kedua, seperti yang sudah saya ceritakan sebelumnya, tentang mimpi menjadi seorang mentor atau guru yang inspiratif. Ya, selepas Ramadhan ini, saya harus memberi lebih banyak manfaat dengan mengajar dan menulis. Semoga Allah senantiasa mengiringi mimpi ini. Baca: Rasanya jadi Mentor Pertama Kali Mengajar lewat Video Call Dalam kelas Bunda Cekatan tahap kupu-kupu ini, saya belajar banyak untuk menjadi seorang mentor yang handal. Salah satunya adalah dengan tatap muka atau video cal...

Podcast: Mengapa Kita Harus Ngeblog?

Assalamu'alaikum sahabat pembaca tercinta, Gimana nih kabar semangat di pertengahan Ramadhan ini? Semoga tetap semangat menebar kebaikan, ya! Ngomong-ngomong soal kebaikan, ternyata menjadi seorang blogger, bisa membuat kita berbagi tentang banyak kebaikan, lho!  Karena dari ngeblog-lah saya bisa belajar dan berbagi.  Jadi, mengapa kita harus punya blog? Bagaimana kisah saya hingga saat ini menjadi seorang blogger yang bisa menghasilkan rupiah meski hanya #dirumahaja? Yuk, simak podcast perdana dari saya. Terima kasih telah menyimak podcast perdana saya. Jadi, masih belum tertarik untuk menjadi blogger?  Yuk, sharing di kolom komentar. 

Mimpi Jadi Guru Mentor Inspiratif

Dear anakku Umar, genap umurmu 5 bulan, artinya sebulan lagi umma harus mempersiapkan MPASImu. Dear Umar, umma memang seorang ibu yang mungkin sama dengan semua ibu di dunia ini.  Sama-sama memiliki lelah dalam membersamaimu, sama-sama merasakan bahagia saat mencandaimu, dan sama-sama bangga saat mulut mungilmu memanggil gelar kebanggaan itu, umma, umi, ibu, bunda atau gelar-gelar mulia lainnya.  Tapi nak, umma berbeda dari ibu lainnya.  Umma memang bukan perempuan kaya raya yang bisa memberimu segudang fasilitas mewah.  Umma juga bukan perempuan cantik, yang tiap hari menghiasi media dan layar kaca, perawatan mahal dan tetap cantik meski usia dan jumlah anak bertambah.  Umma juga bukan perempuan yang berpendidikan tinggi, bergelar S3 dari luar negeri. Meski pernah memiliki mimpi itu, tapi sudah umma kubur dalam-dalam sejak membersamai abah dan memperjuangkan kehadiranmu.  Nak, tapi umma adalah ibu yang berbeda.  Umma memiliki doa-doa panjang untukmu. ...