#Kisah Inspiratif Secercah cahaya menelusup masuk melalui lubang-lubang kecil di ruang sempit yang kutinggali. Hanya sesekali saja hembusan angin mau menyapa kamarku ini. Malam memang benar-benar menyelimuti bumi. Akupun yakin semua makhluk di bumi ini sedang terlelap. Kecuali sebagian kecil, termasuk aku. Aku benar-benar sadar, perbuatanku sendirilah yang telah membuatku berada disini, di tempat dengan cahaya yang hanya remang-remang. Berkawan dengan nyamuk, menggigil kedinginan jika hujan, dan tak mampu bebas menghirup udara segar. Persis seperti di pengasingan, meskipun berlebihan. Namun harus kuakui bahwa karena kesalahanku sendiri, aku kini berada di jeruji besi. Ya, aku kini sedang dibui. Namun perlu kuberitahukan padamu, bagaimanapun juga keadaanku saat ini, sun...
Posts
Published by
Nabila Cahya Haqi
Liburan, mau ngapain? Bismillahirrahmannirrahim.. Libur telah tiba. Libur telah tiba. Libur telah tiba. Hatiku gembira... Tidak hanya lagu seorang penyanyi cilik itu saja yang kita tahu, namun karena saat ini kita telah sampai pada penghujung semester. Artinya... kita akan liburan! Ya liburan, hati kita senang mendengar kalimat itu. Ujian baru saja kita lewati, raport akan mulai kita tampani J . Sudah saatnya kita mempersiapkan berbagai hal untuk mengisi liburan. Eitttss... Apakah kita belum mempersiapkan diri memasuki masa ujian? Atau malah sudah memastikan kita akan berbosan-bosan ria dengan liburan ini? Wah... kalau begitu, yuk kita dengarkan syair ini... Semestinya hijau itu masih menabur Semestinya tulang daun itu masih bergantung Semestinya embun masih mengaliri permukaannya Semestinya... Daun itu...
Published by
Nabila Cahya Haqi
Karena telah sampai pada waktu yang tepat, tadi siang saya ‘membeli’ SIM. Kita tahu apa yang dilakukan disana, banyak diantara kitapun berasumsi bahwa hal itu hanya sebagai formalitas belaka. Datang, membayar, tes, dan hasil ujian SIM. Jika tidak lulus maka tak sedikit kita mengambil jalan pintasnya. Karena berada di sekolah negeri, saya ikut SIM kolektif bersama dua puluh lebih teman-teman. Setelah diberi pengarahan singkat, ada sedikit ‘kecelakaan’. Ketika ditanya oleh petugas berapa biaya untuk mengurus SIM C, dengan serentak menjawab, “Dua ratus ribu.” Meskipun ada seorang yang tahu dan menjawab harganya seratus ribu rupiah, karena kalah suara, ya jadilah petugas itu marah, akhirnya kamipun hanya bisa melihat senyum kecut dari guru kami yang dipanggil ke ruang teori. Saya hanya warga negara biasa yang tidak memiliki kewenangan apapun, namun saya berhak untuk menyoroti sendiri apa-apa yang saya lihat tadi. Saat men...
Published by
Nabila Cahya Haqi
Published by
Nabila Cahya Haqi
Saya tergelitik untuk menulis judulnya ini setelah mendengar penuturan salah seorang adik tentang pengalamannya saat MOS di sekolah negeri. Dia bertengakar dengan teman sekelasnya! Yang membikin heboh warga sekolahnya. Masalahnya simple, waktu itu temannya membuka-buka tas adikku tanpa izin dengan alasan meminjam gunting. Karena tidak terima, adikku memarahinya, dan seketika tangan temannya telah mendarat di pipinya. Jadilah, sebuah baku hantam tak terelakkan. Siapapun tentu ingin memiliki adik yang hebat, sholeh, keren, penurut lagi (lengkap dah). Tahukah bahwa seorang kakak ternyata sangat berpengaruh untuk membentuk kepribadian sang adik. Mau tahu, intip yuk... Kali ini penulis akan membagi tips agar adik-adik kita memjadi seperti kita, eits.. maksudnya jadi anak yang sholeh, cerdas, dan keren! 1. Kita jadi ...
Published by
Nabila Cahya Haqi
Dalam kehidupan, assertiveness atau ketegasan merupakan bagian yang dipentingkan dalam menegakkan suatu peraturan. Kitapun telah sangat tahu akan hal tersebut. Saking vitalnya Rhenaldksali, seorang guru besar FE UI bahkan mengatakan dalam catatan yang dimuat sebuah koran bahwa tanpa assertiveness, ikatan kan pupus. Assertiveness ditanam sejak usia dini dan dipelihara dalam kehidupan sehari-hari. Dalam catatan ini, ia menyoroti kebudayaan masing-masing bangsa dalam menyikapi hal ini. Ada orang-orang yang pasif terlalu toleran, atau sebaliknya yakni orang-orang yang agresif (terlalu tegas,red) memicu konflik. Catatan ini mengingatkan saya tentang budaya Indonesia. Jika dalam catatan ini ia mencontohkan negar...