"Apa harta berharga yang kamu miliki?" Saat ada yang bertanya seperti itu, jawaban orang pasti berbeda. Ada yang rumah yang dibeli dari hasil tabungan 20 tahun, HP Xiaomi keluaran terbaru, atau istri yang sholihah (kalau ini suami kita yang bilang, wkwk). Bagi saya, buku-buku itulah harga berharga yang ada di rumah. Saya memang tak punya apa-apa. Tapi bisa mengoleksi banyak buku berkualitas itulah harta titipan Allah yang sungguh berharga. Nah, kali ini saya akan sharing kenapa harus mengoleksi buku? 1. Mood Booster Sesekali saat suntuk pergi ke toko buku, cari buku-buku Islami yang akan menjadi jawaban atas masalah kita. Misal membaca Laa Tahzan karya Aidh Al-Qarni atau Lapis-Lapis Keberkahan karya Salim A. Fillah. Saat anak-anak mulai sering rewel butuh piknik, ajak saja ke toko buku. Buku akan menjawab kebutuhan kita. Seperti kata Nabi, "Ilmu itu wajib bagi seluruh Muslim.". Gimana cara berilmu yang menyenangkan? Tentu saja membaca! Sayangny...
Posts
Published by
Nabila Cahya Haqi
Setiap orang pasti punya guru. Saya pun punya, merekalah orang-orang yang menginsipirasi saya untuk bisa menjadi profesional blogger. Diantara mereka mungkin ada yang tidak mengenal saya, apalah saya blogger remahan. Namun ada pula yang bersahabat dekat sekali, bahkan sudah seperti saudara sendiri. Ada yang belum pernah bertemu sama sekali, ada yang malah tetanggaan, hehe. Dari mereka saya belajar. Semoga saya bisa seperti mereka, membuat tulisan yang menginsipirasi banyak orang. 1. Nurin Istikmalia Dari Mbak Nurin inilah saya belajar untuk bermimpi, merajut asa dan berjuang untuk tetap bertahan. Sejak pertama baca tulisannya, rasanya 'ini gue banget'. Gaya bahasa di blognya memukau tanpa menggurui. Kisah perjalanannya selalu bikin nyessss di hati. Selalu saja ada ilmu dari setiap tulisan. Saat iman sedang melemah, biasanya saya membaca tulisannya, meski tanpa meninggalkan jejak. Semoga Allah senantiasa memberkahi Mbak Nurin sekeluarga. Teman-teman bisa berkunjung ke ...
Published by
Nabila Cahya Haqi
"nabilahaqi.com itu situs apa sih?" Saat teman-teman bertanya tentang hal itu, tentu jawabannya adalah tentang perjalanan seorang bernama Nabila Cahya Haqi. Seorang perempuan biasa yang berusaha mengabadikan setiap jejak lewat tulisan. Lalu kenapa harus nabilahaqi.com? Bukan diaryharian.com atau catatanperjalanan.com? Tentu saja karena ingin menjadikan situs ini lebih profesional. Seperti tokoh-tokoh dan penulis lainnya, misal salimafillah.com milik Ustadz Salim A. Fillah atau ippho.com milik Coach Ippho Santoso. Awalnya blog ini bernama islamibela.blogspot.com. Setelah membeli domain, digantilah dengan nabilahaqi.com. Lebih simple dibanding nabilacahyahaqi.com. Sebelum TLD (Top Level Domain), blog ini mengambil foto-foto dari Google tanpa mencantumkan sumber. Bahkan tulisan-tulisan zaman labil itu juga masih tersimpan rapi disini. Gambar di awal-awal ngeblog: Comot Google Seiring berjalannya waktu, saya belajar dari para blogger profesional. Bahkan say...
Published by
Nabila Cahya Haqi
..Maka bertebaranlah kamu di bumi; carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak agar kamu beruntung. (QS. Al-Jumu'ah 62: Ayat 10) Menjelajah bumi Allah adalah salah satu aktivitas yang menyenangkan. Kita bisa menjejak tempat yang belum pernah kita datangi. Bertemu teman baru, pengalaman baru dan suasana yang baru. Apalagi jika kita tak hanya sekedar jalan-jalan, namun ada yang mengganti biaya perjalanannya. Tentu menyenangkan, bukan? Baca: 5 Keseruan Ngeblog Alhamdulillah tahun ini Allah memberi kesempatan untuk itu. Terbang menuju bumi yang lain untuk mendapatkan sesuatu yang baru. Traveling Bermula Hobi sejak kecil Saya lahir dari keluarga yang memang hobi traveling. Keluarga pernah cerita, saat saya masih bayi, diajak pergi ke sebuah pantai di Bali. Keluarga sudah bersiap untuk pulang karena hari sudah mulai petang. Eh, saya malah menolak untuk pulang 😂. Belum lagi cerita tentang diajak bepergian keluar provinsi meski masih baru berusia be...
Published by
Nabila Cahya Haqi
Saya sudah memulai ngeblog (menulis blog) cukup lama, sejak zaman SMP. Awalnya minta dibuatkan oleh tante. Seneng banget? iya. Apalagi setelah tante saya pasang internet di rumah. Hobi menulis makin tersalurkan. Tapi rupanya menulis di blog mengalami titik jenuh saat saya merasa menulis hanya buat diri sendiri. Ditulis sendiri, di baca-baca sendiri. Akhirnya saya hijrah ke notes Facebook. Kenapa? Karena merasakan langsung interaksi dengan pembaca setelah mentag mereka. Maafkan, yang pernah saya tag ya, hehe. Blog yang sempat mati suri menjadi hidup lagi setelah lulus kuliah. Saya bertemu seorang professional blogger (she make money from her blog) dan memintanya untuk mengajari saya. Lomba masak dan dapat fee Jadilah saya tau, kenapa nulis di blog serasa tidak menyenangkan dan krik-krik tanpa ada komentar (hayo siapa yang pernah ngalami juga?) Berikut alasannya. 1. Tidak punya komunitas 2. Tidak memberikan komentar di blog teman Setelah tau resepnya, sa...
Published by
Nabila Cahya Haqi
Sungguh, bukan perkara mudah untuk menjadi merangkai asa menjadi keluarga yang dicinta Allah. Apalagi Allah Ar-Rahim menguji dengan belum hadirnya buah hati di tengah keluarga kami. Jangan sampai rasa lelah membuat kita berpikir untuk menyudahi semuanya. Simpan saja rapat-rapat kata menyerah. Tetap berjuang dan berjuang. Bahkan harus berjuang lebih keras dan lebih keras, salah satunya lewat tantangan kemandirian kemarin. Senang rasanya lihat tulisan teman-teman di tantangan kemandirian ini. Apalagi mayoritas melatih kemandirian putra-putrinya. Masya Allah. Kali ini saya janji tidak akan bermelo-melo seperti tulisan yang lalu. Tapi saya ingin sekedar mengevaluasi hasil dari tantangan kemandirian kemarin. Sebenarnya kemarin saya menantang diri saya untuk melakukan ikhtiar untuk kembali program hamil. 1. Masak masakan sendiri di rumah 2. Olahraga 3. Hindari karbo dan gula Kenapa 3 hal ini? Sebab kata dokter saya terkena sindrom PCOS, apaan tuh? Googling deh, hehe...
Published by
Nabila Cahya Haqi
Akhirnya inilah hari terakhir tantangan kemandirian. Saya berusaha keras untuk menutup tantangan dengan sempurna. Meski tetap saja tak bisa, hehe. Pagi-pagi seusai sholat subuh, ngantuk sangat mendera. Weekend memang paling enak dibuat tidur lagi seusai subuh. Tapi saya melawan sekuat tenaga nafsu itu. Alhamdulillah, berhasil! Saya menuju halaman depan untuk menggerakkan tubuh, sesuai list yang dibuat yakni olahraga tiap hari. Segernya.. Jika biasanya saya baru sempat olahraga sore hari, kali ini berhasil juga mengawali hari dengan olahraga. Hasilnya, tubuh terasa lebih segar dan bersemangat. Olagraga pagi hari Lalu masak masakan sehatnya saya membuat brokoli crispy. Alhamdulillah langsung habis pagi tadi. Abaikan penampilan yang tidak menarik Sebagai penutup, saya berharap semoga tantangan selanjutnya saya lebih berhasil. Semoga Allah mudahkan. Amiin. Nb: Tulisan ini adalah satu dari 10 episode tantangan 10 hari melatih kemandirian. Program ini adalah untuk menyele...
Published by
Nabila Cahya Haqi
Yeeeayyy, sudah memasuki tantangan hari ke-9. Saya berusaha untuk menempa diri menyelesaikan tiap list kemandirian yang sudah dibuat di awal. Berat? Memang! Melaju dengan waktu yang semakin hari semakin cepat Hari ini hari jum'at, hari ini yang penuh keberkahan. Saya berusaha menyelesaikan semua pekerjaan rumah yang sempat menumpuk gegara saya tinggal ke rumah orang tua. Mulai dari cuci piring, nyapu, ngepel , hingga cuci baju saya selesaikan dengan tengan (biasanya dengan meminjam mesin cuci kakak ipar). Senang? Tentu saja, tapi malam harinya langsung tepar, padahal jam masih belum diangka 10, suami masih sibuk dengan dagangannya. Arrrg.. kasihan sebenarnya tak bisa membantunya. Akhirnya, saya berharap semoga amal sholih hari ini diterima oleh Allah. Amiiin. Nb: Tulisan ini adalah satu dari 10 episode tantangan 10 hari melatih kemandirian. Program ini adalah untuk menyelesaikan tugas di Kelas Bunda Sayang Institut Ibu Profesional (IIP) Batch 4. #Harike1 #Tanta...
Published by
Nabila Cahya Haqi
Hari ini mendekati tantangan hari terakhir, tapi kenapa rasanya list kemandirian yang saya buat belum terlaksanakan secara maksimal. Seharian disibukkan dengan tugas kuliah. Masih ada sekitar 6 tugas dari mata kuliah lebih yang harus dikerjakan. Sedangkan deadlinennya sudah ahad besok. Habis subuh diawali dengan ibadah tiap muslim, lanjut sarapan. Hari ini masih berada di rumah orang tua, jadi wajar kalo pagi-pagi buta sudah disediakan sarapan. Alhamdulillah Ya Rabb. Seusai sarapan sudah berada di depan laptop. Berada di kamar membuat saya tak bisa menikmati indahnya pagi. Apalagi rumah orang tua berada di kampung yang rapat penduduk, matahari susah untuk masuk. Indahnya pagi tertutup bilik kamar Jadi, harus saya akui bahwa hari ini tantangan kemandirian itu GAGAL belum terlaksana. Olahraga tidak sempat dan tidak ada space juga, hehe. Masak masakan sehat, apalagi, semua sudah tersedia. Eits, tapi saya masih bisa membantu ibu meracik bumbu. Semoga esok bisa lebih baik lagi...
Published by
Nabila Cahya Haqi
Hari ini puncak-puncaknya bersantai karena sedang liburan. Semua rencana latihan kemandirian rasanya susah sekali untuk dilakukan. Mengapa? Pertama karena liburan dan saya memilih untuk menginap di orang tua. Teman-teman pasti tahu sendiri nikmatnya tinggal dengan orang tua sendiri. Makan ditawari, bahkan dipaksa, sakit dipijitin dan tidak boleh aktivitas berat, bahkan hanya berdiam di kasur pun tak masalah, hehe. Akhirnya hari ini saya menyimpulkan beberapa penyebab tidak produktif: 1. Tidak punya to do list Hampir semua orang sukses punya list apa yang harus dilakukan, baik harian, pekanan, maupun bulanan dan tahunan. Mengapa? Karena to do list inilah yang akan jadi rencana yang harus dilakukan. Tanpa rencana dan tujuan, hidup terasa tak terarah, iya kan? Sumber: www.theverge.com 2. Menunda Pekerjaan Islam bahkan memperhatikan masalah satu ini, kita dilarang untuk menunda pekerjaan yang harusnya bisa kita lakukan sekarang. Sudah sering saya mem...
Published by
Nabila Cahya Haqi
Hari ini sudah 100% pulih dari operasi. Aku sudah bisa melakukan berbagai hal, mulai dari ngepel, cuci baju hingga berolahraga. Harusnya semua tantangan kemandirian 100% done. Tapi hari-hari terakhir ini, rasanya masih jet leg dengan bed rest berhari-hari kemarin. Mau masak saja, Masya Allah beratnya.. duhai setan menjauhlah! Akhirnya saya putuskan untuk mengurangi 3 kemandirian yang harus dilatih dalam diri saya. Hal yang sebelumnya ingin saya latih adalah: -Rutin olahraga -Masak masakan sehat -Tidak makan Karbo dan gula Maka hari ini saya kurangi menjadi dua (eh, emang boleh ya?) Hal yang mau saya kurangi adalah masak masakan sehat. Entahlah, yang jelas rasanya belum sanggup untuk masak tiap hari. Kenapa kok malas? Alasan pertama adalah masakan saya yang tak pernah enak! Oh nooooo! Tapi aku akan terus berjuang!! Minimal ada lauk dan nasi di rumah. Meski hanya ada nasi dan ayam goreng, tanpa sayur. Yup!!! Ayokkk berjuang! Terus diet karbohidrat dan gulany...